Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

TENTANG BLACK BROTHERS LAHIR DI ANGKASA INDAH 0 Comments

By WEST PAPUA
Monday, November 19, 2012 | Posted in ,

Ilustrasi@ 

Mungkin diantara kita banyak yang belum tahu kalau Grup Band Legendaris Black Brothers lahir dari sebuah rumah di Kawasan Angkasa Indah Jayapura Utara yang sejuk dengan panorama yang indah permai. Adalah Bapak Andy Ayamiseba sang Manajerlah yang mengumpulakn dan mereka satu atap dirumahnya di Jalan Lembah bersebelahan dengan rumah sang Bapa Dirk Ayamiseba, bekas ketua DPR Pertama Irian Barat (sekarang Papua).

Tepatnya di berdampingan dengan Hotel Diah Graha kini. Black Brothers pada mulanya bernama Band PDK karena mereka menggunakan alat band milik Dinas Pendikan dan Kebudayaan sekitar tahun 1974 yang difasilitasi oleh Bapak Thobias Gebze ayah dari Guitaris Air Mood &Abresso Band Ian Christ Gebze yang kemudian disekitar tahun 80-an menjabat sebagai Bupati Merauke. Mereka biasanya latihan di Garasi Mobil dan aula yg membatasi Rumah Andy Ayamiseba dan Rumah bapanya Dirk Ayamiseba. 

Selain Hengky MS (lead Guitar) yg berasdal dari Sulawesi Utara, Benny "Tek Ben" Betay (bass) blasteran Tonghoa-Wondama,Yochie Patipeluhu (keyboard) orang Ambon yang orang tuanya sejak jaman pendudukan Belanda berdiam di Papua. Konon Yochie sendiri lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Enarotali, Paniai. 

Serta Drumer Steve Mambor asli Papua, Wondama-Serui. Andy Ayamiseba juga mengumpulkan sejumlah artis tenar Papua saat itu,Seperti Corry Rumbino (ibu dari Frans "Sisir" Rumbino), Ricky Hay, Marthen Messeth serta Musa Fakdawer(Ayah dari Albert Fakdawer -AFI). Mereka ini bersama dengan para penari lainnya di antar jemput oleh kendaraan milik beliau.

Pada waktu itu Andy Ayamiseba adalah pengusaha muda yg sukses selain memiliki beberapa perusahan diantaranya Travel Bureau Triton, Irjaco Real Estate dll. Latar belakangnya sebagai pemain band di Masa SMA dulu membuat beliau sangat care terhadap perkembangan seni musik di Papua. 

Taksi-taksi Combinya pada waktu itu bernama Lady Jane (Rolling Stone), Lady Madonna (The Betales) menggambarkan betapa cintanya pada musik. Gagal mempeoleh ijin Tour Pasifik Selatan. Andy Ayamiseba menjual sedan Premiere (warna merah) guna membiayai Black Brother berangkat ke Jakarta.

Oh ya, setelah pake nama Band PDK kemudian berganti nama menjadi Iriantos Primitif dan kemudian menjadi Black Brothers sepreti yg kita kenal kini. Lagu-lagu Black Brothers bukan saja tetap abadi dihati orang Papua. Tapi dikalangan etnis Batak biasa dinyanyikan di Lapo-Lapo sekitar Terminal Senen dan Terminal2 lainya di Jakarta sampai saat ini.

Demikian sekelumit kisah tentang Black Brothers yang lahir di Angkasa Indah. Angkasa Indah yg dilukiskan betapa indahnya di lagu "Jayapura diwaktu Malam" keindahnnya kini semakin pudar. (Mp/Pc) 

Sumber: Peace Campaign 

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "TENTANG BLACK BROTHERS LAHIR DI ANGKASA INDAH"

Music (Suara Kriting)

Followers