Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

(Iliustrasi :anak anak papua belajar diluar sekolah:Foto sumber www.indonesiraya.com/ist)
Ringkasan Bahan Materi Refleksi Untuk Para Pemerhati Pendidikan di Papua

Jikalau kita melihat informasih yang beredar di media massa maupun online saat ini tentang topik tentang “PAPUA MEMBUTUHKAN GURU ” . Kita bisa dapat menelusuri di beberapa website komersial maupun pribadi atau kita dapat mendengar dari perkataan orang yang memang peka terhadap masalah pendidikan yang terjadi di Papua saat ini .

Teransparan saja , saya merasa senang melihat dan mendengar beberapa orang dari kalangan mahasiswa asli Papua, membahas masalah kekurangan guru yang merupakan prioritas utama yang serius di perhatikan sepenuhnya oleh pemerintah di tanah Papua. Guru yang ideal adalah guru yang mempunyai gelar dan memiliki kualitas dan kuantitas sebagai guru dan memiliki keahlian yang profesional dibidang tertentu ,untuk membina dan memebentuk kader SDM OAP yang memadai.

Tetapi dengan melihat kondisi Papua saat ini saya mempunyai pemikiran tersendiri mengenai pola pikir orang lain tentang ,untuk menjadi guru harus bergelar S.Pd. Namun Saya berpikir bahwa untuk menjadi guru tidak harus lulusan S.Pd. tetapi dari lulusan gelar SE, SH, ST, S.Farm, S.IP, S.Sos, S.S, S.Psik, SK, M. Kes, MM, MA, Dr, dr, Ir, Prof, Ex. Kuliah (pernah kuliah), Ex. SMA (Pernah SMA), atau S yang lainya,itu bisa menjadi guru asalkan bisa berkarya dengan hati.

Nah,jikalau kita merasa Papua kekurangan tenaga pengajar ,maka saudara/ri asli papua yang berminta mengajar dn mendidik ,silahkan berkarya karena menjadi guru tidak harus S.Pd. Semua orang yang punya keprihatinan dan mau bekerja dengan hati serta mau berkarya dengan sungguh-sungguh ,makadialah yang bisa kitakan sebagai Guru sejati. Karena belum tentu orang yang bergelar S.Pd akan mengajar dengan hati yang murni dan membangun.

Sekarang tantangan bagi S.Pd adalah apakah sudah menjadi guru yang benar-benar guru ataukah hanya sebatas gelar S.Pd saja. Metode mengajar yang tepat dan bekerja dengan hati untuk membangun dialah yang berkualitas untuk menjadi guru sejati khususnya di Papua.

Anak-anak Papua tidak butuh banyak teori tapi sedikit teori dan banyak praktek. Apa yang kamu punya berikanlah kepada mereka yang membutuhkan. Tidak perlu banyak, karena sekecil apapun sumbangan kita itu sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan walaupun hanya mengajar baca, tulis, menghitung, menyanyi, dan memberikan motivasi untuk berkembang dan mandiri.

Saya tidak mengajak semua sarjana menjadi guru tapi harapanya ini bisa menjadi refleksi kita bersama. Mari kita bersama bangun dan tingkatkan manusia Papua yang lebih baik dengan cara kita. jika memang kita merefleksikan dengan kalimat “PAPUA MEMBUTUHKAN GURU” juga menjadi keprihatinanmu. Hmm…....cukup berat sekali bagi saya untuk merefleksikan beban ini, tapi pasti kita masing-masing memiliki jawaban terbaik. Salam juang__!!!

Penulis Kodeboy’s (Frans Pekey 26/08/14)




Posted in: , , , , | Sunday, August 31, 2014
Foto: Almarhum Ketua KNPB Sorong, Martinus Yohame. Diculik dan dibunuh/Dok. KNPB

KRONOLOGIS PENCULIKAN

Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong, MARTINUS YOHAME menghilang secara misterius pada tanggal 20 Agustus 2014.


Sebelumnya Martinus Yohame Ketua KNPB wilayah Sorong bersama pengurus lainya pada tanggal 19 Agustus 2014 mengadakan konfrensi press pada pukul 15.00 WPB di depan kantor Wali kota sorong terkait dengan kedatangan Presiden Republik Indonesi Susilo Bambang Yudoyono (SBY) di tanah Papua, pada umumnya dan lebih khusus di wilayah Sorong dalam rangka acara Pembukaan Sail Raja Ampat di Waisai, Sabtu 23 Agustus 2014.

Sekaligus juga menolak Ilegal Logging, kekayaan alam Papua dan pembangunan Bahari Wisata Duni di Raja Ampat sebab dinilai pencurian dan merusak ekositem hutan di papua tidak menguntugkan milik tanah dan sumber daya alam dari seluruh rakyat bangsa Papua.

Pada Pukul 03.15 WPB, selesai jumpa press berapa Saat kemudian, seorang perempuan telfon kepada ketua KNPB sorong. Lebih lanjut perempuan itu mengatakan bahwa kami dari komnasham Jakarta, mau bertemu.

Beberapa saat kemudian mereka datang menemui ketua KNPB dan rombonganya di depan kantor Wali Kota sorong dengan mengunakan mobil avanza warna merah, di dalamnya ditumpangi satu orang laki-laki dengan menggunakan Handycam besar merek Canon, lalu mengajak Ketua KNPB bersama mereka menuju ke toko Mega Mall sorong, KM 9 sorong.

Kemudian perempuan tersebut menyuruh mereka makan di salah satu tempat makan/warung di samping Toko Mega Mal KM 9 Sorong Papua Barat.
Sambil makan mereka melakukan pertemuan, entah apa yang mereka bicarakan dalam pertemuan tersebut.
Sebelum bubar dari perempuan itu mereka baku tukar nomor HP dan perkenalan.

Mereka mengaku bahwa Mereka dari Komnas HAM di Jakarata. Kemudian perempuan itu lebih lanjut mengatakan bahwa pertemuan berikut kami akan lanjut pada hari rabu 20 Agustus dan kami akan kontak.

Selanjutnya, mereka melakukan komunikasi melalui Via tlp/SMS, sampai dengan terakhir pada hari Rabu tanggal 20 Agustus Pukul 12.00 WPB, Malam.

KRONOLOGIS PEMBUNUHAN Pada hari selasa tanggal 26 Agustus 2014, Martinus Yohame telah diantar oleh pihak Kepolisian Indonesia ke Rumah Sakit Umum di jalan baru sorong, kondisi tidak bernyawa.


Setelah polisi melepaskan mayat almarhum Martinus Yohame di Rumah Sakit, mereka juga melakukan upaya untuk mempersiapkan peti mayat untuk almarhum tanpa sepengetahuan keluarga korban.

Setelah polisi melepaskan mayat di rumah sakit umum lalu petugas kesehatan datang membersikan almarhum Martinus Yohame dengan berlumuran dara.

Pada hari Selasa 26 Agustus 2014 Pukul 03:25 WPB, petugas di rumah sakit mengamankan mayat di kamar mayat lalu mereka melakukan mis komunikasi untuk melihat mayatnya siapa dia yang sebenarnya.


Kami menemukan Almarhum di Kamar mayat dengan barang bukti seperti tali penikam, satu buah, karung goni dua buah dan sarung milik Tim SAR.

Dengan demikian Penculikan dan pembunuhan Ketua KNPB wilayh sorong raya adalah benar-benar yang dilakukan oleh TNI/Polri Republik Indonesia. Karena kejadian ini terjdi pada saat kunjuangan Kepala Negara Indonesia SBY di papua.

Hasil otopsi Jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan, pada Selasa pagi (26/8) sekitar 07.00 WPB. mengapung di pesisir Pulau Nana, tidak jauh dari Kawasan Pulau Dom, Distrik Sorong, Kepulauan Kota Sorong.

Saat ditemukan, jasad Martinus dalam keadaan terikat erat di dalam karung.

Menurut hasil Visum yang dilakukan tim identifikasi rumah sakit umum Kota Sorong, ditemukan sebuah luka tembak di dada sebelah kiri, wajah korban juga hancur oleh pukulan benda keras.

“Kami temukan ada luka tembakan di dada kiri, dia punya muka hancur “ ungkap Yori petugas RSUD Sorong.

Kedua kaki dan dan tangan korban juga dalam posisi terikat, diduga jasadnya akan ditenggelamkan ke Laut.
Kami sampaikan kepada Dunia Internasional bahwa Kujungan SBY membawa pengorbanan malapetaka terhadap rakyat bangsa Papua Barat. Maka kami mohon dukungan internasional terhadap rakyat bangsa Papua Barat.

Oleh
BADAN PENGURUS PUSAT, KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (BPP-KNPB), AGUS KOSAY (Ketua I) dan ONES SUHUNIAP (Sekertaris Umum)




FOTO ALMARHUM KETUA KNPB SORONG, MARTINUS YOHAME
 
 
 
Posted in: , , , , | Wednesday, August 27, 2014
 "MIMBAR BEBAS AMP, MENUNTUT INDONESIA SEGERAH BEBASKAN DUA WARTAWAN ASING YANG POLDA PAPUA TAHANDAN MEMBUKA RUANG WARTAWAN ASING"

Yogyakarta-- Indonesia segerah bebaskan  kedua wartawan asing  yang di Tahan diwamena beberapa waklu lalu hal ini disampaikan oleh  Aliansi Mahasiswa Papua Komite kota Yogyakarta [AMP-KK] dalam kegiatan mimbar bebas di lakukan Orasi-orasi politik dan pemutaran Filem pelanggaran Ham berat dilakukan oleh militer indonesia tahun ke tahun. 

AMP Komite kota Yogyakarta mengakui bahwa saat kegiatan diawal berlangsungnya Mimbar bebas sampai berakhir Puluhan Anggota Aparat kepolisian dan Inteljen mengerumuni menjaga ketat kegiatan mimbar bebas tersebut. pada malam hari tepat hari minggu 24 Agustus 2014.

 "Tujuan utama Mimbar Bebas AMP untuk memuntut kepada Pemerinta Indonesia untuk segera MembebaskanThomas Dandois, Valentine Bourrat tanpa syarat dan buka ruang bagi Wartawan asing  masuk di Papua barat,"Jelasnya.

AMP menilai kami di jajah oleh Indonesia dan Imprealis Asing makanya Indonesia melarang Jurnalis asing dilarang memasuki teritori wilayah Papua Barat contonya adalah  Thomas Dandois, Valentine Bourrat yurnalis asing yang Polda Papua tahan sampai detik ini menunjukan bawah indonesia saat ini betul-betel jurnalis asing dilarang masuk Papua barat, AMP mendesak Indonesia buka ruang bagi Wartawan asing  masuk di Papua barat.

Sebelumnya Juga kegiatan Aksi AMP di Jawa Tengah khususnya di Yogyakarta Ormas Islam menghadang  beberapa kali aksi damai. Namun kami ini tidak seperti biasanya Puluhan angota POLRI hadir dan menutupi apa yang sedang kami lakukan, dengan alasan keamanan dan yang lain-lain pada hal Ini hanya mimbar Bebas.

AMP hanya ingin menyampaikan Kepada masyarakat Yogyakarta maupun masyarakat pendatang dan yang berada di Yogyakarta tentang situasi PAPUA Dulu hingga saat ini. sebagai pengantar dari Mimbar Bebas Tersebut Inti kegiatan kami kami melakukan Pemutaran Flim tentang pelanggaran HAM, Pembungkaman Ruang demokrasi, Perampasan Tanah dan yang lain-lain. 































SUMBBER: FB/AMP-KK YOGYAKARTA
Posted in: | Sunday, August 24, 2014
Ketua KNPB Wilayah Sorong Diculik Menjelang Kunjungan Presiden SBY di Papua

Knpb Neuw Sorong Berdepatan menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesi Susilo Bambang Yudoyono SBY di tanah papua, terjadi penculikan Ketua KNPB Wilayah Sorong, yang dilakukan oleh kolonial

Republik Indonesia namun TNI/Polri RI sedang siaga 1 di papua terutama di sorong Raja Ampat yaitu mulai dari tanggal 1 Agustus S/d 23 Agustus 2014. Yaitu mulai dari TNI angkatan Laut, Darat, Dan Udara. Sebelum penculikan Itu terjadi Pada tanggal 19 Agustus Ketua KNPB Wilayah Sorong Martinus Yohame didampinggi Wakil Ketua KNPB, Kantius H. melakukan pers dengan menghadirkan wartawan dari berbagai media cetak yang ada di sorong papua barat untuk melakukan pers, dalam rangka kedatangan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono SBY di Sorong Raja Ampat. “Komite Nasional Papua Barat Bersikap Menolak Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Di tanah papua”. Setelah pers pada pukul 03.15 wpb sore,

Setelah pers di depan kantor Wali kota sorong, Saat itu juga seorang perempuan tlp kepada ketua KNPB sorong bahwa kami “kami dari komnasham Jakarta, dan mereka dating dengan mengunakan mobil avansa warna mera, di dalamnya di tumpangi satu orang laki-laki dengan mengunakan Hendikem besar merek Canon, lalu mereka menuju ke toko Mega Mal sorong, KM 9 sorong. Dan perempuan tersebut menyuru mereka makan di sala satu tempat makan/warung di samping Toko Mega Mal KM 9 Sorong papua barat sambil makan mereka melakukan pers.

Setelah itu mereka bubar dari pertemuan pers dan perempuan itu juga mengatakan “ pertemuan berikut kami akan lanjut pada hari rabu 20 Agustus dan kami akan kontak” ujarnya

selanjutnya mereka melakukan komunikasi melalui Via tlp/SMS, sampai dengan terakhir pada hari Rabu tanggal 20 Tahun 2014 pukul 12.00 wpb, Malam mereka menyuru Martinus Keluar dari rumah ke jalan dan di situila mereka melakukan penculikan terhadap ketua KNPB wilayah sorong Martinus Yohame. Sampai dengan hari ini kamu belum menemui dia.

Setelah berapa hari yang lalu terhitung dari tanggal 20-23 Agustus 2014, melakukan pencarian ketua KNPB Martinus Yohame. Maulai dari keluarga ke keluarga tidak menemui dia, sehingga Wakil Ketua KNPB didampingi seluruh anggota KNPB Wilayah Sorong mendatangi Polres dan KODIM Sorong pada pukul 09.00 wpb. Dengan tujuan untuk mencari tau keberadaan Ketua KNPB Wilayah Sorong papua barat.

Namun kata Intelkam Polres Sorong mengatakan “kita akan cari sama-sam karena selama ini keamanan semua di jaga ketat oleh TNI jadi jangan sampai Ketua ikut terlibat dalam kegiatan di Waisai Kabupaten Raja Ampat” Ujarnya Intelkam polres sorong kota. Kemudian ke KODIM Juga mengatakan hal yang sama, “kami selama ini ingin mau ketemu dengan Martinus Yohame karena kami membawa uang dari Jakarta untuk memberikan kepada KNPB tapi kami belum ketemu dengan KNPB” Ujarnya

SELANJUTNYA Kami sedang cari terus sampai dengan ketemu, dan kami mohon dari semua pihak advokasi HAM Nasional maupun internasional, aktivis Ham, dan komisi Ham internasional bahwa segera mendesak kepada Negara RI supaya segera mengembalikan Ketua KNPB Wilayah Sorong dengan keadaan seperti semula.

Info selanjutnya silakan hubungi kami. Melalui email bysteven@yahoo.com aktivis HAM Papua

Knpb Neuw Sorong Berdepatan menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesi Susilo Bambang Yudoyono SBY di tanah papua, terjadi penculikan Ketua KNPB Wilayah Sorong, yang dilakukan oleh kolonial
Republik Indonesia namun TNI/Polri RI sedang siaga 1 di papua terutama di sorong Raja Ampat yaitu mulai dari tanggal 1 Agustus S/d 23 Agustus 2014. Yaitu mulai dari TNI angkatan Laut, Darat, Dan Udara. Sebelum penculikan Itu terjadi Pada tanggal 19 Agustus Ketua KNPB Wilayah Sorong Martinus Yohame didampinggi Wakil Ketua KNPB, Kantius H. melakukan pers dengan menghadirkan wartawan dari berbagai media cetak yang ada di sorong papua barat untuk melakukan pers, dalam rangka kedatangan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono SBY di Sorong Raja Ampat. “Komite Nasional Papua Barat Bersikap Menolak Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Di tanah papua”. Setelah pers pada pukul 03.15 wpb sore,
Setelah pers di depan kantor Wali kota sorong, Saat itu juga seorang perempuan tlp kepada ketua KNPB sorong bahwa kami “kami dari komnasham Jakarta, dan mereka dating dengan mengunakan mobil avansa warna mera, di dalamnya di tumpangi satu orang laki-laki dengan mengunakan Hendikem besar merek Canon, lalu mereka menuju ke toko Mega Mal sorong, KM 9 sorong. Dan perempuan tersebut menyuru mereka makan di sala satu tempat makan/warung di samping Toko Mega Mal KM 9 Sorong papua barat sambil makan mereka melakukan pers.
Setelah itu mereka bubar dari pertemuan pers dan perempuan itu juga mengatakan “ pertemuan berikut kami akan lanjut pada hari rabu 20 Agustus dan kami akan kontak” ujarnya
selanjutnya mereka melakukan komunikasi melalui Via tlp/SMS, sampai dengan terakhir pada hari Rabu tanggal 20 Tahun 2014 pukul 12.00 wpb, Malam mereka menyuru Martinus Keluar dari rumah ke jalan dan di situila mereka melakukan penculikan terhadap ketua KNPB wilayah sorong Martinus Yohame. Sampai dengan hari ini kamu belum menemui dia.
Setelah berapa hari yang lalu terhitung dari tanggal 20-23 Agustus 2014, melakukan pencarian ketua KNPB Martinus Yohame. Maulai dari keluarga ke keluarga tidak menemui dia, sehingga Wakil Ketua KNPB didampingi seluruh anggota KNPB Wilayah Sorong mendatangi Polres dan KODIM Sorong pada pukul 09.00 wpb. Dengan tujuan untuk mencari tau keberadaan Ketua KNPB Wilayah Sorong papua barat.
Namun kata Intelkam Polres Sorong mengatakan “kita akan cari sama-sam karena selama ini keamanan semua di jaga ketat oleh TNI jadi jangan sampai Ketua ikut terlibat dalam kegiatan di Waisai Kabupaten Raja Ampat” Ujarnya Intelkam polres sorong kota. Kemudian ke KODIM Juga mengatakan hal yang sama, “kami selama ini ingin mau ketemu dengan Martinus Yohame karena kami membawa uang dari Jakarta untuk memberikan kepada KNPB tapi kami belum ketemu dengan KNPB” Ujarnya
SELANJUTNYA Kami sedang cari terus sampai dengan ketemu, dan kami mohon dari semua pihak advokasi HAM Nasional maupun internasional, aktivis Ham, dan komisi Ham internasional bahwa segera mendesak kepada Negara RI supaya segera mengembalikan Ketua KNPB Wilayah Sorong dengan keadaan seperti semula.
Info selanjutnya silakan hubungi kami. Melalui email bysteven@yahoo.com aktivis HAM Papua
Posted in: , , | Saturday, August 23, 2014

Kronologis

Dari hasil investigasi yang telah dilakukan oleh Anggota TPNPB bahwa ternyata POLRI adalah otak dibalik peristiwa penggebrekan di kampung Berab, Distrik Nembukrang, Kabupaten Jayapura.
Hal ini terbukti dari hasil interview masyarakat di Berab, Papua Barat.
Pertama, Penggebrekan yang dilakukan oleh aparat gabungan polisi, brimob, dan Densus 88 telah dimulai pada hari minggu tanggal 20 Juli 2014 hingga 11 Agustus 2014, atau kurang lebih sudah 22 hari kampung Berab dijadikan Daerah Operasi Militer (DOM), dan telah 4 kali melakukan penggebrekan di kampung Berab, Distrik Nembukrang, Kabupaten Jayapura, Papua Barat.
Kedua, Menurut Kesaksian Korban. Sebelumnya ada kontrak politik antara seorang anggota Polri yang sering dipanggil “POLISI TABISU” yang bertugas di Polsek Nembukrang dengan saya (Zeth Tarko) anggota masyarakat Berab, dengan iming-iming bahwa nanti suatu waktu saya (polisi Tabisu) bawah masuk pasukan di kampung dan nanti kalian siap untuk rampas senjata”.
Ketiga, Peristiwa ini terjadi karena kerja sama antara Zeth Demotekay dengan iparnya David Tarko. Berdasarkan hasil investigasi menjeluruh dan salah satunya dari seorang anggota masyarakat yang takut menyebutkan namanya bahwa “Waktu itu saya lihat dengan sendiri apa yang disampaikan oleh Zeth Demotekay kepada David Tarko, Zeth Demotekay datang ke rumah David Tarko baru dia bilang bagaimana kita usir dan kasih bubar kelompok Terianus Satto? Dan langsung ditanggapi serius oleh David Tarko katanya, “bubarkan saja”. Kemudian dibalas oleh Zeth Demotekay Okey nanti ko lihat saya akan bermain tidak terlalu lama lagi”.
Keempat, Ada upaya jebakan yang dilakukan seorang anggota Polri yang akrab dipanggil “POLISI TABISU” untuk menjebak Kapolres Jayapura dan anak buahnya sesuai kesepakatan yang dibuat beberapa waktu lalu antara Polisi Tabisu dan Zeth Tarko, namun tidak diijinkan oleh Zeth Tarko untuk menyapu bersih karena mengingat ini hari minggu kita sebagai umat Tuhan harus menghormati hari ini dan belum ada perintah tembak.
Kelima, Dalam peristiwa ini, Zeth Demotekay adalah sutradara bersama kelompok kerjanya yang memprovokasih situasi di Kampung Berab, dengan dalih apa yang mereka kerja dibawah komando WPNCL adalah kelompok yang benar sehingga kelompok Terianus Satto harus dibubarkan. Namun ditanggapi dingin oleh Terianus Satto bahwa mereka lakukan ini karena Proposal WPNCL telah ditolak oleh MSG sehingga mereka mau kacaukan kita Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, dan dilihat dari tindakan mereka bahwa sudah jelas bahwa mereka ini bukan pejuang tetapi pengecut, pencundang dan penghianat bangsa. Dikatakan demikian karena bertentangan dengan prinsip-prinsip seorang pejuang.
Keenam, Kelompok Zeth Demotekay adalah anggota WPNCL yang memprovokasih wilayah di kampung Berab sehingga masyarakat Berap minta bahwa secara organisasi WPNCL harus bertanggung jawab, dan harus ganti semua harta benda yang dihancurkan oleh aparat gabungan Polisi, Brimob, dan Densus 88 pada tanggal 20 Juli 2014.
Ketujuh, Apabila pihak WPNCL tidak bertanggung jawab maka kami mendesak MSG untuk segera memboikot proposal WPNCL dan bubarkan WPNCL karena anggotanya telah memprovokasi masyarakat Papua di Kampung Berab.
Sselanjutnya, telah dilakukan penangkapan terhadap 21 Orang di Berap pada tanggal 10 Agustus 2014. Dari 21 orang ini, 12 orang masih di tahan di Polres Jayapura Papua sampai kini, sementara 9 orang lainnya telah dibebaskan. Semua ini telah terjadi karena adanya kerja sama antara Aparat Keamanan Indonesia dan Zeth Demotekay bersama David Tarko yang memiliki sentimen dengan kelompok Terryanus Satto.
Demikian laporan tindakan aparat TNI/Polri di Kampung Berab, Distrik Nembukrang Kabupaten Jayapura. Dilaporkan oleh TA dari Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pada tanggal 12 Agustus 2014.
Lampiran Photos Pengurusakan Rumah Korban
Photos Rumah yang telah dirusak Aparat Keamanan Indonesia
Photos Rumah yang telah dirusak Aparat Keamanan Indonesia
Peralatan Rumah yang telah dirusak Aparat Keamanan Indonesia
                       Peralatan Rumah yang telah dirusak  Aparat Keamanan Indonesia
Motor yang telah dirusak oleh Aparat Keamanan Indonesia
Motor yang telah dirusak oleh Aparat Keamanan Indonesia

Posted in: , , |

Kronologis

Dari hasil investigasi yang telah dilakukan oleh Anggota TPNPB bahwa ternyata POLRI adalah otak dibalik peristiwa penggebrekan di kampung Berab, Distrik Nembukrang, Kabupaten Jayapura.
Hal ini terbukti dari hasil interview masyarakat di Berab, Papua Barat.
Pertama, Penggebrekan yang dilakukan oleh aparat gabungan polisi, brimob, dan Densus 88 telah dimulai pada hari minggu tanggal 20 Juli 2014 hingga 11 Agustus 2014, atau kurang lebih sudah 22 hari kampung Berab dijadikan Daerah Operasi Militer (DOM), dan telah 4 kali melakukan penggebrekan di kampung Berab, Distrik Nembukrang, Kabupaten Jayapura, Papua Barat.
Kedua, Menurut Kesaksian Korban. Sebelumnya ada kontrak politik antara seorang anggota Polri yang sering dipanggil “POLISI TABISU” yang bertugas di Polsek Nembukrang dengan saya (Zeth Tarko) anggota masyarakat Berab, dengan iming-iming bahwa nanti suatu waktu saya (polisi Tabisu) bawah masuk pasukan di kampung dan nanti kalian siap untuk rampas senjata”.
Ketiga, Peristiwa ini terjadi karena kerja sama antara Zeth Demotekay dengan iparnya David Tarko. Berdasarkan hasil investigasi menjeluruh dan salah satunya dari seorang anggota masyarakat yang takut menyebutkan namanya bahwa “Waktu itu saya lihat dengan sendiri apa yang disampaikan oleh Zeth Demotekay kepada David Tarko, Zeth Demotekay datang ke rumah David Tarko baru dia bilang bagaimana kita usir dan kasih bubar kelompok Terianus Satto? Dan langsung ditanggapi serius oleh David Tarko katanya, “bubarkan saja”. Kemudian dibalas oleh Zeth Demotekay Okey nanti ko lihat saya akan bermain tidak terlalu lama lagi”.
Keempat, Ada upaya jebakan yang dilakukan seorang anggota Polri yang akrab dipanggil “POLISI TABISU” untuk menjebak Kapolres Jayapura dan anak buahnya sesuai kesepakatan yang dibuat beberapa waktu lalu antara Polisi Tabisu dan Zeth Tarko, namun tidak diijinkan oleh Zeth Tarko untuk menyapu bersih karena mengingat ini hari minggu kita sebagai umat Tuhan harus menghormati hari ini dan belum ada perintah tembak.
Kelima, Dalam peristiwa ini, Zeth Demotekay adalah sutradara bersama kelompok kerjanya yang memprovokasih situasi di Kampung Berab, dengan dalih apa yang mereka kerja dibawah komando WPNCL adalah kelompok yang benar sehingga kelompok Terianus Satto harus dibubarkan. Namun ditanggapi dingin oleh Terianus Satto bahwa mereka lakukan ini karena Proposal WPNCL telah ditolak oleh MSG sehingga mereka mau kacaukan kita Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, dan dilihat dari tindakan mereka bahwa sudah jelas bahwa mereka ini bukan pejuang tetapi pengecut, pencundang dan penghianat bangsa. Dikatakan demikian karena bertentangan dengan prinsip-prinsip seorang pejuang.
Keenam, Kelompok Zeth Demotekay adalah anggota WPNCL yang memprovokasih wilayah di kampung Berab sehingga masyarakat Berap minta bahwa secara organisasi WPNCL harus bertanggung jawab, dan harus ganti semua harta benda yang dihancurkan oleh aparat gabungan Polisi, Brimob, dan Densus 88 pada tanggal 20 Juli 2014.
Ketujuh, Apabila pihak WPNCL tidak bertanggung jawab maka kami mendesak MSG untuk segera memboikot proposal WPNCL dan bubarkan WPNCL karena anggotanya telah memprovokasi masyarakat Papua di Kampung Berab.
Sselanjutnya, telah dilakukan penangkapan terhadap 21 Orang di Berap pada tanggal 10 Agustus 2014. Dari 21 orang ini, 12 orang masih di tahan di Polres Jayapura Papua sampai kini, sementara 9 orang lainnya telah dibebaskan. Semua ini telah terjadi karena adanya kerja sama antara Aparat Keamanan Indonesia dan Zeth Demotekay bersama David Tarko yang memiliki sentimen dengan kelompok Terryanus Satto.
Demikian laporan tindakan aparat TNI/Polri di Kampung Berab, Distrik Nembukrang Kabupaten Jayapura. Dilaporkan oleh TA dari Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pada tanggal 12 Agustus 2014.
Lampiran Photos Pengurusakan Rumah Korban
Photos Rumah yang telah dirusak Aparat Keamanan Indonesia
Photos Rumah yang telah dirusak Aparat Keamanan Indonesia
Peralatan Rumah yang telah dirusak Aparat Keamanan Indonesia
                       Peralatan Rumah yang telah dirusak  Aparat Keamanan Indonesia
Motor yang telah dirusak oleh Aparat Keamanan Indonesia
Motor yang telah dirusak oleh Aparat Keamanan Indonesia

Posted in: , , |
Head Letter of TPNPB-OPM
Head Letter of TPNPB-OPM

RENCANA PERTEMUAN VANUATU ADALAH DISKRIMINATIF & MELECEHKAN PERJUANGAN TPNPB-OPM

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka menilai bahwa rencana pertemuan di Vanuatu adalah Diskriminatif. Mengapa? Karena ada kecurigaan bahwa kompromi Politik antara kelompok yang mengklaim sebagai Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) dan Free West Papua Campaign (FWPC) di Port Moresby.
Hal ini telah terlihat jelas dari trick-trik kotor yang telah dilakukan oleh oknum anggota FWPC di Port Moresby, dimana telah terjadi kompromi politik dengan Markus Haluk yang merupakan aktor pendiri NRFPB.
Buktinya, oknum-oknum anggota Free West Papua Campaign di Port Moresby telah berhasil memediasi Markus Haluk, dan Markus Haluk telah melakukan pertemuan dengan Hon. Governor Powes Parkop di Port Moresby pada Bulan Juni 2014, dan juga pertemuan dengan beberapa pejabat lainnya.
Setelah kompromi Politik antara NRFPB dan FWPC di Port Moresby, kemudian mereka kirim Markus Haluk ke Vanuatu. Markus Haluk dikirim ke Vanuatu untuk mendukung Panitia, termasuk memberikan Bantuan Dana kepada Panitia Pelaksana di Vanuatu.
Dengan dasar kompromi politik antara NRFPB dan FWPC di Port Moresby ini, maka ada isu bahwa hanya tiga Organisasi Politik saja yang bisa ikut serta dalam pertemuan di Vanuatu pada Agustus mendatang. Yaitu, WPNCL, NRFPB, (KNPB & FWPC).
Kompromi Politik kotor antara NRFPB dan FWPC di Port Moresby telah terlihat jelas dan nyata dari pernyataan Panitia di Vanuatu bahwa hanya tiga Faksi yang di undang untuk ikut serta dalam pertemuan di Vanuatu Bulan Agustus 2014 mendatang.
Dengan dasar Kompromi Politik kotor antara NRFPB dan FWPC di Port Moresby ini, maka penilaian TPNPB-OPM bahwa telah terjadi permainan kotor yang telah melecehkan perjuangan TPNPB-OPM.
Oleh karena itu, TPNPB-OPM mengajukan beberapa pertanyaan yang antara lain:
1. Mengapa TPNPB-OPM tidak dapat dilibatkan?
2. Mengapa ada kompromi Politik antara NRFPB dan FWPC yang sangat murahan?
3. Sumber Dana darimanakah Markus Haluk membiayai Panitia di Vanuatu dan Sumber Dana darimana pulah Markus Haluk telah memberikan 200 Milyar Dolar Amerika kepada Benny    Wenda pada Bulan November 2013 lalu? Siapakah Markus Haluk? Mengapa Pemerintah Indonesia tidak bisa tangkap Markus Haluk?
4. Mengapa Kantor OPM di Vanutu telah dirobah menjadi Kantor WPNCL? Dan hal ini atas kesepakatan berapa faksi dan juga atas kesepakatan berapa pimpinan TPNPB-OPM?
5. Atas ide siapakah TPNPB-OPM tidak dilibatkan?
 
Dengan demikian, maka TPNPB-OPM meminta kepada Panitia dan dua Faksi Prakarsa rencana pertemuan di Vanuatu agar segera memberikan klraifikasi kepada Rakyat Bangsa Papua dan TPNPB-OPM secara resmi melalui media.
Catatan:
Pertama, bahwa apapun alasannya TPNPB-OPM adalah yang awal dan melalui organisasi ini juga masalah Papua dapat diselesaikan. Oleh karena itu, semua yang ambisi dan telah membuat banyak Organisasi agar segera kembali ke Organisasi Induk, yaitu OPM dan Sayap Militernya adalah TPNPB. Tokoh-tokoh OPM di Vanuatupun harus kembali ke Asalnya, supaya tidak bikin kacau perjuangan Rakyat Bangsa Papua Bara. Karena di Vanuatu pernah dirikan Kantor OPM Resmi, bukan Kantor WPNCL. Semua orang tahu bahwa Kantor OPM telah dibuka di Vanuatu pada tahun 2004 (11 tahun yang lalu). Oleh karena itu, WPNCL dan NRFPB segera dibubarkan.
Kedua, Ingat bahwa kompromi politik antara NRFPB dan FWPC adalah pertentangan, karena TPNPB-OPM dan Rakyat Bangsa Papua yang berjuang benar dengan mempertaruhkan nyawa tidak mengakui pembentukan NRFPB, yang merupakan setingan Indonesia. Dan kompromi Politik oleh kedua Faksi ini juga sangat melecehkan perjuangan TPNPB-OPM, yang mana selama ini berjuang keras.
Ketiga, Markus Haluk adalah aktor utama prakarsa Kongres Papua III yang unrepresentatif dan kemudian melahirkan NRFPB, namun dia bebas ke seluruh dunia dengan menggunakan Passport dan Visa Indonesia dan Aparat Keamanan Indonesia tidak bisa menangkapnya. Hal ini yang perlu diperhatikan oleh semua pejuang Papua merdeka yang berjuang murnih , supaya jangan bikin kabur air dalam perjuangan. Semua faksi perjuangan (Organisasi Sipil) harus hormati Perjuangan kelompok extrim, karena adanya kelompok extrim kiri maka perjuangan ada dan bisa berjalnjut. Hal ini yang perlu dipahami baik oleh semua pihak.
Keempat, yang perlu dipahami oleh semua pejuang Papua Barat adalah bahwa yang bisa menjadi anggota MSG adalah “Bangsa Papua Barat”, bukan Faksi perjuangan seperti WPNCL.
Jika kedua Faksi yang berkompromi dan Panitia tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan di atas, maka TPNPB-OPM akan mengeluarkan warning secara Resmi bagi Faksi dan individu yang tidak menghargai perjuangan TPNPB-OPM.
Demikian, tanggapan TPNPB-OPM ini dibuat berdasarkan perlakuan kedua Faksi dan Panitia yang diskriminatif, dimana melecehkan TPNPB-OPM dan dan juga dapat dikeluarkan agar menjadi perhatian oleh semua pihak. Terima kasih atas perhatian Anda.
Di Keluarkan : Dari Markas Pusat
Pada Tanggal : 31 Juli 2014
Atas Nama Panglima Tinggi TPNPB
KASUM TPNPB

ttd

Mayjend TERRYANUS SATTO
NRP 73.12.00.00.0003

sumber:http://www.komnas-tpnpb.net/

Posted in: , , |

Followers