Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Foto Ones Nesta Suhuniap.Foto Ones Nesta Suhuniap.Foto Ones Nesta Suhuniap.
LAPORAN AKSI SECARA KESELURUHAN
Dengan melihat pembugkaman ruang demokrasi dan pembatasan terhadap jurnalis asing di papua dengan ditangkapnya dua Jurnali asing asal prancis Thomas Dandois dan Vallenting Bauratt oleh Kepolisian Resor Polres Jayawiyaya pada tanggal 6 agustus 2014, Maka Komite Nasional Papua Barat KNPB sebagi Media Nasional perlu sikapai situsi terhair pembungkaman Ruang demokrasi dan Penagkapan jurnalis Asing di Papua.

Berdasarakan hal tersebut KNPB Mengeluarkan Himbauan umum aksi Nasional di seluruh wilayah KNPB untuk melakukan aksi demo damai untuk mendesak pemerintah Indonesia segera membebaskan dua Jurnalis Asing dan Membuka ases bagi jurnalis Internasional, sekaligus meminta kepada lembaga-lembaga pemerhati kemanusiaan dan Pelopor khusus untk masuk ke Papua Barat.
Sesuai dengan surat pemberitahuan yang dilajangkan ke polda Papua dan seluruh kapolres di tanah Papua sorong sampai merauke, pada Harai ini KNPB melaksanakan Aksi secara Nasional di seluruh wilayah KNPB. Mendesak pemerintah Indonesia segera Bebaskan dua jurnalis asing dan membuka akses internasional secara luas.

Aksi nasional haris ini dilaksanakan di berbagai wilayah di Papua Barat, Akasi tersebut dilaksanakan di 9 wilayah KNPB.

1. KNPB pusat dan KNPB Numbay di Jayapura
AKSI TUNTUT PEMBEBASAN WARTAWAN ASING WAKIL KETUA PNWP WILAYAH HANIM-HA DAN 16 AKTIVIS KNPB PUSAT DITANGKAP DI JAYAPURA.

Port Numbay, Jayapura Papua: Kronologis Penangkapan Aktivis KNPB dan Pimpinan Parlemen Nasional West Papua pada 13 Oktober 2014.

Pagi jam 06,30 wpb, hasil pantau oleh kronolog di setiap titik kumpul masa aksi sesuai yang isi selebaran, semua titik kumpul masa aksi Sebelum 70.00 wpb. semua titik tersebut dibrokade langsung oleh pihak aparat kepolisian dengan jumlah kekuatan yang begitu banyak. Diantaranya;

Diwilayah perumnas 3 putraran taksi aparat kepolisian dengan peralatan lengkap dengan berbagai peralatan lainya yaitu, satu buah mobil panser milik brimob polda Papua, 2 dalmas truk milik kapolresta jayapura, 6 buah mobil avanza dengan warna berbeda-beda.

Wilayah expo 1 buah mobil pancer /mobil barak kuda milik brimob polda Papua, 2 buah mobil dalmas/ truk milik kapolresta jayapura, tamba mobil 3 avanza, motor-motor patroli dan semua polisi berjaga-jaga di sepanjang jalan terminal expo dengan peralatan lengkap (senjata larans Panjang ).

Wilayah Linkaran abepura, semua sten baik/ siaga didalam kantor polsek abepura.
Sama juga dikantor imingrasi Titik sentral Demo di kuasai oleh aparat kepolisian dengan mengunakan senjata lengkap, dikawal dengan 2 dalmas polisi milik kapolresta jayapura, tamba 1 buah mobil pancer, tamba 1 bua bus milik polda papua dan mobil sabara 1 buah. Parkir depan kantor imigrasi jayapura papua.

Pada pukul 11.00 wpb masa aksi tiba di tama imbi kemudian selama 15 menit masa aksi pasang spanduk dan pamlet sambil mengumbulkan masa aksi yang berdatangan. Kemudian pada pukul 11.17 WPB Aparat kepolisian yang dipimpin oleh Kapolresta kota jayapura AKBP Albret Papare bersama anggotanya mendatangi masa aksi. Kemudian tanpa komporomi polisi langsung marampas spaduk dan pamphlet yang dipasang oleh masa aksi dan merobek spanduk dan bendera KNPB.

Dan menyita semua sepanduk pamlet bendera KNPB lalu menendang masa aksi, aksi kali ini dilakukan tidak menggunakan alat pengerak suara namun semua masa aksi menutup mulut mereka masing-masing dengan kain hitam, sehingga pada saat polisi melakukan perampasan spanduk dan pamlet serta bendera knpb masa tidak melakuakn perlawanan.

Pada pukul 11.30 polisis membubarakan paksa masa aksi kemudian 17 orang lain dikiring ke mobil tahanan milik polresta, setelah, kemudian dibawa ke polresta kota Jayapura untuk di interogasi, sementara masih ditahan di polresta Kota Jayapura.

Aksi Tuntut Bebaskan Dua Jurnalis Perancis, Polisi Tangkap 17 Anggota KNPB di Jayapura dan Wakil Ketua PNWP wilayah Hanim -Ha Tuan Eliaser Anggaiggom dan aktivis KNPB numbay dan KNPB pusat ditangkap di taman imbi kota Jayapura.

Penagkapan terhadap wakil ketua Parlemen Nasional west Papua (PNWP) aktivis KNPB pusat dan KNPB Numbay itu ditangkap Pada pukul 11. 30 WPB di taman imbi depan kantor kesenia porovinsi Papua. sementara sedang ditahan di kantor polresta Kota Jayapura. nama-nama yang ditangkap antara lain :
1. Tuan ELIASER ANGGAINGGOM (WAKIL KETUA PNWP WILAYAH HANIM.HA)
2. AGUS KOSAY ( KETUA I KNPB PUSAT)
3. UCAK LOGO ( JUBIR NASIONAL knpb PUSAT )
4. REGINA WENDA ( SEKERTARIS KNPB NUMBAY )
5. YIMI BROWAY ( KETUA I KNPB NUMBAY )
6. MARTEN SUHUNIAP ( ANGGOTA KNPB)
7. RIBKA KOMBA ( BENDAHARA KNPB NUMBAY )
8. MARICE MAMBRASAR ( ANGGOTA KNPB NUMBAY )
9. LAZKAR SAMA ( Pelaksana tugas harisn Jubir Internasional )
10. ISAK SALAK ( ANGGOTA)
11. PETRUS PETEGE (ANGGOTA)
12. MANU MOHI (ANGGOTA )
13. DAVID WALILO ( ANGGOTA )
14. PALINA PAGAGE (ANGGOTA )
15 . TEREN SORABUT ( ANGGOTA )
16. WILEM WANDIK (ANGGOTA )
17. TINUS HELUKA ( ANGGOTA )

Mereka yang ditangkap sementara sedang ditahan di polresta kota jayapura , mereka ditangkap pada pukul 11.30 WPB sampai dengan saat ini masih ditahan di Polresta Kota jayapura. 

2. KNPB wilayah Merauke :
Aksi Tuntut Bebaskan Dua Jurnalis Perancis, Polisi Tangkap 29 Anggota KNPB di Merauke.
Aparat Kepolisian Resort (Polres) Merauke, Senin (13/10/2014) pagi ini, dikabarkan menangkap 29 anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang berniat menggelar aksi damai tuntut pemerintah Indonesia bebaskan dua jurnalis asal Perancis, Thomas Dandois dan Valentine Bourrat.

Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Anim-Ha, Panggresia Yem, ketika dihubungi media ini via telepon seluler, menjelaskan, ke-29 anggota KNBP yang ditangkap kini sedang ditahan di Polres Merauke, untuk mendapatkan “pengarahan” dari Kapolres Merauke.

Kronologinya, kata Yem, massa aksi bergerak dari Sekertariat KNPB dan PRD yang terletak di Kelurahan Kelapa Lima, Merauke, sekitar pukul 06.00 Wit.

Massa menggunakan satu buah mobil pick up, dengan membawah berbagai perangkat aksi, dan menuju ke Tugu Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) untuk melangsungkan aksi.

Sekitar pukul 06:20 Wit, massa tiba di tempat aksi, dan baru saja berbaris untuk melanjutkan aksi ke Kantor Imigrasi di Merauke, sesuai surat pemberitahuaan aksi ke Polisi, langsung aksi dibubarkan secara paksa, dan beberapa massa aksi ditangkap, dan kemudian dibawah ke Polres Merauke.

“Surat pemberitahuaan aksi telah kami layangkan sejak hari Jumat lalu, sudah jelas di dalam surat itu, titik kumpul di Tugu PEPERA, dan melanjutkan aksi ke Kantor Imigrasi, kenapa polisi tangkap kami,” tegas Yem.
Selaku Pembina politik di Merauke yang masuk Wilayah adat Anim-Ha, menurut Yem, cara-cara yang dipakai aparat kepolisian untuk menutup ruang demokrasi di tanah Papua tidak bisa dibenarkan.
“Kan kami mau gelar aksi demo damai, ini bagian dari solidaritas kami kepada dua jurnalis internasional yang ditahan di Papua, kenapa kami langsung ditangkap seperti ini,” tegasnya.

Lanjut Yem, saat ini ia sedang menuju ke Polres Merauke untuk bertemu dengan Kapolres, sekaligus meminta agar ke-29 anggota KNPB dapat dibebaskan.

“Tadi Kasat Intel sudah telepon saya kasi tau hal ini, saya sekarang ada mau ke Polres, saya minta mereka dibebaskan, dan tidak ada perangkat aksi yang ditahan, atau diambil oleh Polisi,” tegasnya.

. Nama-nama yang dapat tangkap antara lain :
1. GENTO EMERIKUS DOOP ( ketua KNPB Merauke )
2. YOSEP NOVARIS WOGAN ( Sekertaris KNPB merauke )
3. EMELIANUS NEMOP
4. CHARLES SRAUN
5. YOHANES KAYOP
6. PETRUS WOGANG
7. KRISTIANUS MAHUZE
8. EMANUEL METEMKO
9. YOSEP IMBANOP
10. YOSEP MUYAN
11. PETRUS KATEM (Sekertaris PRD wilayah Merauke )
12. AP MOSES
13. K PASIM
14. YERMIAS KEPZE
15. YUSTINUS AIRIT
16. EMERIKUS KAKUPU
17. YOSEP P
18 MUYAN
19 . YOSEP C. H. IMBANOP
20. STEVANUS KAIZE
21. MELKIOR KEBZE

22. KORNELIS YOLEM , dan 6 orang lainya Sementara masih di Tahan di Polresta Merauke.

Setelah memubarkan & menangkap 29 aggota KNPB wilayah merauke pada saat dimulainya kegiatan aksi demo damai dalam rangka menuntut pemerintah indonesia segera bebaskan 2 jurnalis asal prancis tanpa syarat yang bertempat di tuguh pepera merauke,

Kemudian polisi kembali menggrebak Kantor Sekretaria KNPB Merauke dan menangkap 20 anggota KNPB yg ditugaskan menjaga SEKRETARIAT tersebut.

Beriku bukti foto smua anggota Kru KNPB yang di tangkap semuanya sebanyak 49 anggota KNPB dan beberapa bukti foto alat-alat yg disita diantaranya 2 buah bendera KNPB, 2 buah megaphone, 2 buah jendela sekretariat KNPB, 1 buah spanduk dukungan dan 14 lembar kertas bertulisan segera bebaskan 2 jurnalis asal prancis.

3. KNPB wilayah Manokwari
KRONOLOGIS AKSI KNPB MNUKWAR
Kegiatan aksi Pada hari senin, 13 Oktober 2004 di Manokwari mulai star dari sekretariat KNPB Mnukwar ,Dengan alamat jalur gaza amban manokwari menuju ke jalan raya utama Amban- Kota Manokwari, Mulai star dari sekretariat KNPB Mnukwar pada Jam.08.30 wp pagi diawali dengan doa disekretariat dan mulai menuju ke Jalan Raya Utama depan Kampus Universitas Negeri Papua (UNIPA) yang merupakan titik kumpul, Tibah di titik kumpul pada jam 09.04 wp, setelah setibah disana orator sedang dalam orisi –orasi politik secara bergantian oleh orator-orator yang ditunjuk sebelumnya, sementara orasi-orasi masa aksi mulai berdatangan sementara dalam masa aksi berkumpul dan sedang orasi datanglah Kepolisian (POLSEK) Amban Manokwari bersama anggotanya pada pada jam 10.12 wp, Kapolsek Amban mengunakan satu Mobil Polisi Datang titik kumpul masa aksi, setelah satu menit kemudian datang lagi tiga anggota polisi mengunakan satu mobil, saat kedatangan KAPOLSEK Amban masa terus orasi-orasi oleh orator KNPB Wilayah Mnukwar, setelah pukul 10.24 wp terjadi negosiasi antara negosiator dari KNPB Yoram Magai dengan Polisi pada prinsipnya kepolisian melarang keras aksi KNPB Wilayah Mnukwar untuk Turun Jalan atau Long Mark pada hari ini senin 13 Oktober 2014,

Setelah Negosiasi Polisi Melarang Long Mark Maka Negosiator Pun Sikap pada prinsipnya tetap turun jalan atau Long Mark akhirnya polisi tersebut mengaku atas perintah atasanya kapolres Manokwari, Melarang aksi Long Mark, Karena alasan Kapolres bahwa sedang ada kegiatan di kota dan banyak aktifitas sehingga mereka mengaku melarang aksi turun jalan, Namun Negosiator (Magai) pun mempertahankan tetap aksi kita hari ini long mark ke titik finis sesuai Surat pemberi Tahuan KNPB Wilayah Mnukwar pada tiga hari sebelumnya, Orator mengatakan mengapa pada saat masukan surat pemberitahuan tidak larang sampai hari kami sudah siap turun jalan lalu datang membatsi aksi kami? namun polisi mengatakan ini perintah atasan kapolres manokwari, Jadi Kami (POLISI) mencobah untuk hubunggi kapolres Manokwari agar Kapolres bisa datang untuk menjelaskan maksud larangan aksi KNPB Mnukwar, 

Tepat pada 11.09 wp datanglah kapolres Manokwari sehingga terjadi Negosiasi dengan Negosiator KNPB Yoram, Negosiasi selama satu Jam dalam Negosiasi tersebut pada intinya aksi KNPB dan PRD Mnukwar hari ini polisi melarang keras untuk Long Mark dengan alasan sama seperti tadi Anggota Polisi di sampaikan, dilarang mengganggu aktifitas kegiatan di kota karena di kota manokwari ada bayak aktifitas yang dijalankan oleh masyarakat, itu merupakan suatu alasan yang tidak tepat namun dengan terpaksa diterimah oleh KNPB dan PRD Wilayah Mnukwar bersama Masa aksi.

Kegiatan aksi di tempat pada Jalan Raya utama amban depan Kampus Universitas Negeri Papua (UNIPA) dalam aksi ini turut ambil bagian juga oleh presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, mulai kegiatan pada jam 11.34 wp susunan acara di bacakan oleh Marinus Wandikbo salah satu anggota KNPB Mnukwar setelah itu Doa Pembukaan Maupun Firman Tuhan dibawahkan oleh Pdt.Martinus Manggara Sampai akhiri Ibadah pada jam 12.19 wp Manokwari.

Mulai orasi politik pada jam 12.19 wp, orasi dari, Perwakilan Pemuda, Perwakilan Mahasiswa oleh Presiden Mahasiswa Aloysius Siep setelah berakhir dilanjutkan oleh Wakil Presiden Mahasiswa, orasi berikut dari perwakilan Orangtua selanjutnya orasi-orasi politik dari PRD Yaitu dari Sekjend PRD Mnukwar Rafael Natkime dan Ketua I PRD Mnukwar Ruben Bonay, Orasi demi orasi yang disampaikan pada intinya kejahatan Negara NKRI terhadap orang papua di Tanah Papua dan Mendesak Akses Jurnalis ke tanah Papua dan mendesak indonesia menghargai Demokrasi di Tanah West Papua.

Orasi terakhir disampaikan oleh Badan Pengurus Wilah Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mnukwar, Alexander Nekenem bersama Sekretari Satu Yoram Magai, setelah orasi- orasi politik membacakan stekmen politik.

setelah berakhir dari seluruh Rangkaian kegiatan di tutup dengan doa bersama doa penutup dipinpin Pdt.Manggara.berakhir dari seluruh kegiatan maka membubarkan diri masing-masing. demikian Kronologis aksi KNPB di Manokwari,

4. KNPB TIMIKA
RAKYAT PAPUA DI TIMIKA MEDIASI KNPB & PRD AKSI DAMAI BERJALAN AMAN
TIMIKA—Rakyat Papua di timika dari berbagai suku ras melanesia yang mendiami Timika dimediasi oleh Komite Nasional Papua (KNPB) dan penanggung jawab politik Parlemen Rakyat Daerah (PRD), pada hari ini Senin (13/10/2014) melakukan aksi damai dari Kantor KNPB-PRD longmach berjalan kaki memegang spanduk Tututan aksi melewati Gorong-gorong, ke Pasar lama sampai depan Gereja Tiga raja masuk ke kantor DPRD Mimika berjalan Aman dikontrol oleh keamanan Militan Knpb.

Sampai masuk dalam halaman antor DPRD, Rakyat mengawali dengan Nyanyian Pujian Penyembahan, lalu mulai Orasi politik dari berbagai perwakilan Rakyat berdasarkan Tujuh Wilayah Adat Papua, Pada intinya yakni; Pemerintah Indonesia Bebaskan tanpa syarat.

Kedua Jurnalis (wartawan) Dari Prancis, karena mereka dua Bukan teroris, mereka adalah benar-benar Wartawan yang ingin mengambil Informasi di Papua untuk keperluan Filem Dokumenter.

Lalu kedua adalah Membuaka Ruang Demokrasi untuk Jurnalis asing masuk ke Papua. Agar Dunia tahu tentang Keadalan dan Hati Nurani Rakyat Papua.

Ketiga Adalah Indonesia membua Ruang Demokrasi untuk orang Papua menentukan Nasib Sendiri (Selft Determination) melalui mekaisme internasional yakni “Referendum” solosi final untuk rakyat Papua menentukan masa depan papua.

Dan hal lain juga adalah Pemerintah indonesia Bebaskan tahanan Politik bagi Aktivis Papua”
“Aksi damai kami ini Awal mulai dari pukul 09:00 Wpb sampai Berakhir pada 13:45 Wpb Berlajalan dengan Lancar” diawali dengan Doa dan Diakhiri dengan Doa, supaya pertolongan dari Allah Bangsa Papua mengertai dalam aksi damai kali ini.

Sebelumnya Pihak Kepolisian tidak ijin untuk turun jalan tetapi Rakyat Papua diTimika di Organisir oleh Knpb dan Prd Turun Jalan sampaikan aspirasi terkait dengan penahanan 2 jurnalis asal Negara Perancis oleh Negara Indonesia melalui Polda Papua. Tuntutan aksi bawah “Rakyat Papua dan Knpb-Prd mendesak agar segerah bebaskan tanpa syarat dan memberikan ruang kebebasan bagi Jurnalis asing masuk di Papua”.

Dalam Pernyataan yang dibacakan oleh Ketua PRD Wilayah Timika bahwa “kami Knpb dan Prd Wilayah Timika menilai 52 tahun Wilayah Papua Barat terus di isolasikan oleh pemerintah Rebuplik Indonesia dari Pantauan dunia dan Masyarakat Internasional Pemerintah terus membungkam ruang demokrasi di Papua dan pembatasan terhadap jurnalis asing, lembaga lembaga kemanusiaan maupun LSM yang bergerak sebagai pemerhati kemanusiaan juga dibatasi.

Hal ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menutupi kejahatan Negara di Papua Barat selama 52 tahun lebih pelanggaran HAM, wilayah Papua Barat tidak pernah luput dari, Pembunuhan, pemerkosaan, permpasan, penagkapan, penyiksaan, Pemenjaraan dan diskriminasi rasial dan kejahatan lainya yang dilakukan oleh Negara dari tahun ke tahun terus terjadi di negeri ini.

Pembungkaman Ruang demokrasi pembatasan terhadap wartawan Asing dan lembaga kemanusian lainya untuk mengujugi wilayah Papua Barat, upayah ini dilakukan untuk mengisolasi wilayah Papua Barat dari pantauaan mata masyarakat internasional.

Hal ini telah terbukti dengan penagkapan dua wartawan di wamena pada tanggal 6 Agustus 2014 lalu. Militer Indonesia menangkap dua wartawan Perancis yang mencoba ekspos ke dunia internasional tentang apa yang terjadi di Papua Barat melalui filem dokumenter. Namun dua wartawan asal Prancic Thomas Dandois, Valentine Bourrat tersebut ditangkap oleh polisi dan sementara masih di tahan di Jayapura.

5. KNPB WILAYAH PAKPAK
KNPB PakPak News: Dalam ranggka aksi solidaritas Bangsa Papua Barat terhadap pembebasan dua jurnalis asal Prancis KNPB Pakpak melakukan aksi. Aksi ini dipusatkan di Kokas Gunung yang dilakukan dengan long march dari sekretariat KNPB sektor Kramomonga menuju sekretariat komisi adat PRD Pakpak di Mamur Rayon Kokas Gunug. Dalam orasinya ketua KNPB menghimbau kepada Presiden SBY agar menghormati janjinya kepada kominitas internasional terkait demorasi dan HAM di Indonesi kususnya Papua barat dan bukan terus melakukan pencitraan di berbagai forum menjelang akhir massa jabatannya. Karena itu rakyat Papu Barat menyatakan:

1. Kami rakyat Bangsa Papua Barat mendesak kepda Pemerintah Indonesia Segera membebaskan dua wartawan asing asal prancis Thomas Dandois, Valentine Bourrat, tanpa syarat

2. Segera hentikan prose hukum terhadap dua wartawan asing asal prancis Thomas Charles Dandois dan Loise Maria Vallentine Bauratt.

3. Pemerintah Indonesia segera hentikan Isolasi dan blokade wilayah Papua Papua Barat dari Pantauan Jurnalis Asing dan lembaga-lembaga kemanusiaan dan masyarakat internasional di Papua Barat

4. Kami Bangsa Papua Barat mendesak agara Pelopor Khusus PBB segera Masuk ke Untuk melihat secara langsung apa yang terjadi di Papua Barat

5. Pemerintah Indonesia segera membuka akses Bagi Media asing atau jurnali internasional secara bebas Masuk ke Papua .

6. Pemerintah SBY dan Jakarta tidak menjadikan isu referendum dan darah rakyat Papua Barat sebagai sapih perah dan bargening pada konflik kekuasaan di Senayan

Aksi yang dilakukan Jam 3 sore waktu Papua Barat di tutup dengan doa dan kopi bersama jam 6 soreh. 

6. KNPB WILAYAH NABIRE
Knpb Nabire Mediasi Ratusan Masa Aksi Menuntut Bebaskan Dua Wartawan Internasional
Nabire_knpb – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire, Senin (13/10/2013) hari ini menggelar aksi demo damai di Taman Bunga Oyehe Nabire (Eks Kantor DPRD Nabire). Aksi demo digelar dalam rangka mengeluarkan dua wartawan internasional yang ditahan di wamena pada tanggal 16 agustus 2014 atas nama dua wartawan asal prancis Thomas Dandois, Valentine Bourrat.

KRONOLOGI
Massa yang di Mediasi oleh KNPB Wilaya Nabire mulai bergerak di tiga titik yang sudah di tentukan Yakni Sriwini Depan RSUD dibawah korlap Yakop, dan Step Pigai. Kali Bobo, Depan Kampus Uswim dibawah Korlap Alex Pigai. Dan Depan Pasar Karang tumaritis dibawah korlap Agus Tebai dan Yafet Pigai pada jam 07;00 pagi Wpb.

TITIK KUMPUL SRIWINI
Titik kumpul yang sudah ditetapkan disiriwini di bawah Korlap Yakop dan Step di bubarkan keamanan negara indonesia pada jam 08;00 Wpb dan diambil alih tempat oleh keamanan negara indonesia, hingga massa dari sriwini lansung menuju titik akhir takni Taman Phalawan Bangsa Papua barat.

TITIK KUMPUL KALI BOBO
Titik kumpul yang ditetapkan di Kali Bobo depan Kampus Uswim dibawah Korlap Alex Pigai dihadang oleh Polisi menggunakan satu truk namun penanggung jawab Aksi Ketua KNPB Sadrak Kudiai yang sudah berada di tempat lansung negoasi dengan pihak keamana hingga situasi yang tadinya panas meredah. Setelah beberap selang waktu kemudian mewakili Kampus Uswis Yakni Dekan 3............?. bersama Pihak keamanan mendatangi massa aksi mahasiswa Uswim Yang dimediasi KNPB.

Kepolisian Nabire yang masuk dalam kampus Uswim dan memanggil dekan 3 Uswin lalu mendatangi massa aksi. Setibah di depan massa aksi kepolisian dan dekan 3 kampus uswim negosiasi dengan pihak penanggung jawab aksi yakni Ketua KNPB Sadrak Kudiai. Korlap Kali Bobo Alex Pigai bersama anggota KNPB Anipa Pigai, Jerry Tebai. Setelah negosiasi selesai Aksi damai Yang dimediasi oleh KNPB Berjalam lancar. Massa Aksi yang tergabung dalam KNPB mulai star dari Depan uswim jam 09;20 Wpb. Dalam perjalan massa aksi berjalan lancar tampa ada masalah dan di kawal polisi menggunakan 2 truk dari belakan massa aksi, dan satu mibil patroli didepan. Massa aksi yang Longmars dari kali bobo berjalan lancar dalam perjalanan hingga tiba depan tugu cendreasi pada jam 10;10 Wpb dan melakukan orasi-orasi depan tugu sambil tunggu massa aksi dari pasar karang tumaritis.

TITIK KUMPUL KARANG TUMARITIS
Massa aksi mulai berkumpul dipasar karang tumaritis pada jam 06;00 Wpb, Korlap Agus Tebai dan Yafet Keiya mulai tiba menggunakan mobil komanda dan dua buah bendera perlawanan KNPB pada jam 07;00 Wpb. Selang beberapa menit orasi berlansung, TNI 753 menggunakan Mobil patroli dengan alat negara lengkap memarkir mobil depan massa aksi. Setelah beberapa menit kemudian yakni pada jam 07;50 kepolisian menggunakan 2 truk tiba tampat aksi, namun berjalan seperti biasa tidak ada kotro versi. Pada jam 09;40 Wpb massa dari pasar karang mulai star longmars menuju titik akhir yakni taman Phalawan bangsa papua barat. Massa Aksi di kawal Polisi menggunakan 3 truk dan 1 mobil blakos penuh dengan Polisi dari belakang massa aksi. Dan 2 extrada penuh dengan densusu 88 di depan massa aksi. Tidak ada kekacauan, massa berjalan menggunakan garis komando dengan tertip hingga tiba di Tugu cedrewasi Pada jam 11;40 Wpb dan bergabung dengan massa aksi dari Kali Bobo.

Setelah tiba di depan Taman Phalawan Bangsa Papua Barat, Massa aksi lansung duduk di depan taman Phalawan dan beberapa orasi berlansung. Beberapa menit kemudian Kepolisian memaksa massa aksi masuk dalam Taman Phalawan bangsa papua barat.

Setelah paksaan kepolisian itu dilihat oleh Ketua KNPB, katua KNPB mengatakan “Kami tidak Masuk samping dalam Kami akan Menyampaikan Pendapat di arus jalan depan taman Phalawwan kami”, Namun kepolisian terus memaksa massa aksi untuk masuk ke dalam, dengan paksaan kepolisian yang menggunakan barat lengkap tersebut Korlap Agus Tebai Mengarakan Massa masuk dalam Taman Phalawan bangsa papua pada jam 11.00 Wpb Orasi demi orasi politik berlangsung, di bawah terik mentari, dam alam yang manjadi saksi bisu.

Aksi berjalan lancar walaupun ada pengawalan ketat dari pihak keamana kolonial indonesia, aksi berjalan lancar dan bubar Pada jam 02;00 Wpb.

7. KNPB WILAYAH YAHUKIMO
Ribuan Rakyat di Yahukimo menghadiri dalam Aksi Menuntut Pembebasan Wartawan Asing Thomas dan Vallentinne

Sesuai dengan rencana sebelumnya KNPB wilayah yahukimo memediasi Rakyat di Yahukimo mengadakan aksi demo damai di lapangan kantor bupati lama. Berdasarkan surat pemberitahuan yang dilajangkan oleh KNPB ke pihak polres yahukimo bahwa pada hari ini tanggal 13 Oktober 2014, akan melakukan aksi demo damai untuk mendesak pemerintah Indonesia membebaskan dua wartawan asing asal prancis yang ditangkap pada tanggal 6 agustus lalu.

Berdasarkan hal tersebut pada tanggal 13 Oktober 2014, KNPB bersama rakyat di yahulimo mengadakan aksi, pada pukul 09.00 Masa berkumpul di dua titik yaitu di jalan gunung dan di pertokoan kota dekai, kemudian masa berkabung dilapagan kantor bupati lama pada pukul 12.30 WPB.

Setelah ribuan rakyat kumpul mengadakan aksi demo damai tersebut dihadiri oleh ribuan rakyat, selama aksi berlangsung melakukan orasi-orasi dan yel-yel medesak pemerintah Indonesia bebaskan dua jurnalis asing asal perancis Thomas Dandois dan Vallentinne Bauratt. Beberapa pernyataan sikap yang disampaian adalah :

KNPB Rakyat yahukimo mendesak pemerintah Indonesia membebaskan Dua jurnalis asing dan hetikan proses Hukum; Pemerintah Indonesia segera membuka akses secara bebas untuk meliput wilayah west Papua, Pemerintah Indonesia hentikan isolasi wilayah west papua dari pantauan masyarakat internasional dan Pelopor khusus PBB dan lembaga kemanusiaan lainya segera masuk ke papua.

KNPB Yahukimo : Erius Suhuniap

8. KNPB WILAYAH KAIMANA
KEGIATAN AKSI DEMO DAMAI DENGAN TUNTUTAN PEMBEBASAN DUA WARTAWAN INTERNASIONAL ASAL PRANCIS

Menyikapi surat arahan KNPB Pusat tentang Aksi Demo Damai dengan isu tuntutan pembebasan Wartawan Asing asal Prancis yang ditahan oleh Pemerintah Indonesia (Pihak Imigrasi). Pelaksanaan Aksi demo damai yang berlangsung mulai jam 09.00 dengan rute titik kumpul utama ditaman kota Kaimana ini dibubarkan secara paksa oleh Pihak Kepolisian Resor Kaimana. proses pembubaran oleh Polisi ini beralasan bahwa, kegiatan ini tidak diberi ijin oleh Kapolres Kaimana, sehingga semua atribut dan perlengkapan aksi disita oleh pihak kepolisian republik Indonesia resor Kaimana.:

Kronologis Aksi Demo Damai Longmars Pembebasan Jurnalis Internasional Acal Prancis tersebut dipusatkan di Komplek Sekretarit KNPB & PRD Kaimana Titik Kmpul Utama Taman Kota Kaimana,pada pukul 09.00 – Selesai Dalam aksi demo ini polisi menyita atribut demo yang dibawa oleh Niko Nauw anggota KNPB Atribut yang di sita 2 Bendera KNPB, 5 Pamplet Bergambar 2 Wartwan Prancis, 1 spanduk Bertulisan PEMERINTAH INDONESIA SEGERA BEBASKAN DUA WARTAWAN PRANCIS Mr. THOMAS A. DANDOIS & Ms. L.M. VALENTINE BAURATT

Pelaksanaan kegiatan Aksi demo Damai yang di mediasi oleh KNPB Kaimana sesuai dengan arahan nasional KNPB Pusat hari ini tanggal 13 Oktober 2014 mendapat kecaman oleh pihak TNI/Polri Kaimana. Aksi yang berlangsung pada pukul 09.00 pagi tadi berlangsung ricuh.

Kepolisian Resort Kaimana Menggunkan 1 Mobil Patroli dan 2 buah dalmas masuk ke tempat star kegaitan di taman Kota. Masa aksi yang dipimpin ol,eh KNPB Kaiaman menggunakan 1 buah mobil komando dan 2 buah kendaran angkutan kota ini di jemput dengan suatu tindakan intimidasi oleh Pisak Kepolisan Resort Kaimana. 

Dalam persitiwa itu, semua atribut demo yang dimuat pada mobil komado Kegiatan disita oleh Pihak Keamanan Resort Kaimana. Meskipun mendapat tekanan, masa aksi tetap siap untuk melakukan aksi longmars menuju tempat kegiatan di Komplek Sekretariat KNPB & PRD Kaimana.

Pada saat masa ingin melakukan aksi, Kepolisian Resort kaimana mengahalangi dengan mengepung masa aksi, dan melakukan adu argumentasi dengan masa. Dalam proses argumentasi ini, salah satu dari anggota KNPB Kaimana dikopeng oleh seorang anggota Polantas yang sempat emosi saat berargumentasi dengan Masa. 

Melihat tingginya volume perdebatan antara masa dengan Polri, Wakil Ketua Parlemen Rakyat Daerah Kaimana Yefta Jitmau berdiri dihadapan Pihak Kepolisian Kaimana untuk mengamankan situasi.

Dalam perbincangan berlangsung, bapak Yefta Jitmau Wakil Ketua PRD Kaimana mengatakan, aksi yang kami lakukan KNPB hari ini adalah Aksi Demo Damai sehingga tidak boleh menghalangi.

Menanggapi Pembicaraan dari Wakil Ketua Parlemen, Pihak Kepolisian meminta agar Masa Kembali dan lakukan aksi di tempat kegiatan, sehingga Polisi mengarahkan masa menggunakan 2 buah Dalmas menuju ke tempat kegiatan di sekretarit.

Setibanya si komplek sekretarit, Masa meminta waktu kepada pihak kepolisian untuk menesuskan maksud kegiatan kepada Pimpinan Polda Papua dan Pemerintah Indonesia untuk membebaskan dua Wartawan Prancis.

Dalam pembicaraan di depan komplek sekretariat KNPB dan Parlemen, masa aksi tidak lagi diberi kesempatan untuk melakukan aksi karena atribut kegiatan telah di sita.
Dalam kesempatan itu juga, Polisi bersama Pihak Pemda Kaimana ingin melakukan pemeriksaan KTP dengan alasan ingin mengetahui siapa yang bukan orang asli kaimana. Menanggapi hal itu, masa menolak dan meminta kalau untuk mencari waktu tertentu yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan penduduk. Dan untuk pemeriksaan KTP, masa meminta agar pemeriksaan itu dilakukan untuk semua Rakyat yang ada dikaimana. Sehingga dengan penuh kekesalan, masa serta KNPB dan PRD melakukan doa di sekretarit. Selepas doa, beberapa penyampaian dikakukan oleh Ketua KNPB Kaimana dan Wakil Ketua Parlemen Daerah Kaimana.

Pada saat masa mendengarkan arahan atau penyampaian dari Ketua KNPB dan Wakil Ketua PRD Kaimana, masa di datangi Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Kaimana Harun Sabuku dikawal oleh TNI/Polri dengan maksud tertentu. Menyikapi kedatangan Ketua Dewan Adat Kaimana, Masa KNPB, PRD dan Juga Rakyat mengusir ketua Dewan adat Kaimana secara Keras.

Masa mengatakan ini bukan Kantor Dewan Adat, Kami tidak Punya urusan dengan dewan adat, Bapak silakan keluar dari sini (Sekretariat)” ungkap masa dengan kasar mengusir ketua dewan adat sehingga Ketua Dewan adat keluar dari secretariat KNPB & PRD Kaimana. Selanjutnya karena masa tidak mendapat ruang untuk melakukan kegiatan, masa melakukan Doa Bersama di sekretarit dan bubar dengan aman.

Demikian laporan kegiatan Aks Pembebasan Jurnalis yang mendapat hambatan karena penekanan dari pihak TNI/Polri Kaimana.

Kaimana, 13 September 2014
KNPB KAIMANA
BOMBERAI - WEST PAPUA
TTD
K E T U A
RUBEN FURAY
Demikian laporan sementara aksi Nasional pembebasan Dua wartawan asal Perancis, ada delapan wilayah telah mengadakan aksi demo damai, laporan lengkap dan foto akan menyusul kemudian, mengigat jaringan internet tidak memungginkan.
ONES SUHUNIAP
KNPB pusat
Posted in: | Monday, October 13, 2014


TIMIKA—Besok rakyat Amungsa dari  berbagai suku ras melanesia yang mendiami di kabupaten Timika dimediasi oleh Komite Nasional Papua (KNPB) dan penanggung jawab politik Parlemen Rakyat Daerah (PRD), akan Tetap Optimis melakukan Aksi Damai Nasional, walaupun Pihak Aparat Kepolisian daerah mimika tidak ijin. Tapi rakyat Timika akan sampaikan aspirasi terkait dengan  penahanan 2 jurnalis asal Negara Perancis oleh Negara Indonesia melalui Polda Papua.Rakyat Papua dan Knpb-Prd mendesak agar segerah bebaskan  tanpa syarat dan memberikan ruang kebebasan bagi Jurnalis asing masuk di Papua.

Sesuai dengan arahan dan selebaran aksi Nasional, maka KNPB-PRD Wilayah Timika akan turun jalan untuk sampaikan aspirasi, bahwa “Pemerintah Indonesia agar Membebaskan 2 Jurnalis Asal Negara Perancis atas namaThomas Charles Dandois dan Loise Maria Vallentine Bauratt tanpa syarat.
Aksi damai pada Hari senin besok tanggal 13 oktober 2014, Pukul 09.00 Wpb. titik kumpul Kantor KNPB-PRD wilayah Timika, Gorong-gorong, Jl Amat Yani, Pasar Lama, Jl. Yossudarso, Bank Papua, Jl. Cenderawaih, Kantor Dprd Mimika.

Ini Seruan Aksi Nasional Knpb – PRD Wilayah Timika, 52 tahun Wilayah Papua Barat terus di isolasikan oleh pemerintah Rebuplik Indonesia dari Pantauan dunia dan Masyarakat Internasional Pemerintah terus membungkam ruang demokrasi di Papua dan pembatasan terhadap jurnalis asing, lembaga lembaga kemanusiaanmaupun LSM yang bergerak sebagai pemerhati kemanusiaan juga dibatasi.

Hal ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menutupi kejahatan Negara di Papua Barat selama 52 tahun lebih pelanggaran HAM, wilayah Papua Barat tidak pernah luput dari, Pembunuhan, pemerkosaan, permpasan, penagkapan, penyiksaan, Pemenjaraan dan diskriminasi rasial dan kejahatan lainya yang dilakukan oleh Negara dari tahun ke tahun terus terjadi di negeri ini.

Pembungkaman Ruang demokrasi pembatasan terhadap wartawan Asing dan lembaga kemanusian lainya untuk mengujugi wilayah Papua Barat, upayah ini dilakukan untuk mengisolasi wilayah Papua Barat dari pantauaan mata masyarakat internasional.

Hal ini telah terbukti dengan penagkapan dua wartawan di wamena pada tanggal 6 Agustus 2014  lalu. Militer Indonesia menangkap dua wartawan Perancis yang mencoba ekspos ke dunia internasional tentang apa yang terjadi di Papua Barat melalui filem dokumenter. Namun dua wartawan asal Prancic  Thomas Dandois, Valentine Bourrat tersebut ditangkap oleh polisi dan sementara masih di tahan di Jayapura.

Badan Pengurus Pusat KNPB menyerukan kepada 28 KNPB wilayah, KNPB Konsulat, 23 PRD, semua Oragisasi Perjuangan dan semua orang di Papua Barat seluruh tanah air West Papua untuk memberikan dukungan dan mendesak  Indonesia membebaskan dua wartawan asal prancis Thomas Dandois, Valentine Bourrat.

Keadaan yang demikian; teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini diera reformasinya indonesia. Hak Asasi Rakyat Papua tidak ada nilainya bagi Indonesia.

Dan berbagai kasus kejahatan terhadap kemanusian yang dilakukan TNI-POLRI terhadap Rakyat Papua lainnya yang tidak terhitung jumlahnya. Selama 52 tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah melarang semua Wartawan asing memasuki Papua Barat dalam upaya untuk menutupi kekejaman yang dilakukan Oleh pemerintah Indonesia.

Tahun lalu, perdana Mentri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan bahwa, pemerintah Indonesia memungkinkan media internasional untuk mengunjungi Papua Barat dan Gubernur Papua Lukas Enembe juga mengatakan akan menyambut baik wartawan asing untuk mengunjungi Papua Barat.

Namun nyatanya pasangan Jurnalis asal prancis Thomas Dandois dan Valentine Bourrant di tangkap pada tanggal 6 Agsutus lalu, dan dituduh menyalahgunakan visa kunjugan, mereka terancam dengan pasal 122 A undang-undang imigrasi No 6 tahun 2011 tentang izin Tinggal dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 500 juta. 

Thomas Dandois dan Valentine Bourrant, berada di Papua Barat dengan Tujuan membuat sebuah Film Dokumenter tentang situasi nyata di Papua Barat. 

Dengan Penengkapan terhadap Thomas Dandois dan Valentine Bourrant kedua jurnalis ini, membenarkan bahwa kehadiran Indonesia di Papua Barat bertujuan untuk menguasai dan menjajah, tidak untuk membangun Rakyat Papua. (Knpb Timika)

Posted in: , | Saturday, October 11, 2014


Setelah duka Nasional kepergian DR. Jhon Oto Ondawame dan ketua KNPB Sorong, kini kembali mendengar berita duka kematian para aktivis mudah Pejuang Papua Merdeka atas nama:Oto Parianus Kudiai, telah menghembuskan napas terakhir di RSUD Siriwini Nabire- Papua, Rabu 24 September, 2014. Jam; 04.00 pagi subu waktu Papua Barat.

Ini Perjalanan Hidup-nya
  1. Karyawan PT. Freeport Indonesia
Demi memperjuangkan hak -hak sipil rakyat Papua Barat ia telah meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan perusahaan raksasa Amerika Serikat yang berbasis di Tembagapura - Papua. Disana dia berperang sebagai sala - satu pekerja sopir pengakut emas dari terowongan ke tempat produksi emas. 

Pada tahun 2010, almarhum telah memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di IST Akprind Yogyakarta di sponsori oleh pihak perusahaan. Namun ia, belum menyelesaikan pendidikan-nya. Dari semester enam (6) ia telah memutuskan keluar dari pendidikan yang ia tempuh-nya.
PT Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. PT Freeport Indonesia menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia. Freeport Indonesia memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.
      2.  Aktivis AMP-Komite Kota Jogyakarta

Selama ia mengeyam pendidikan di kota Jogyakarta aktif  di berbagai forum mahasiswa Papua Barat, lebih khususnya adalah aktivitas Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Jogyakarta. Organ kiri pergerakan ini, selalu menuntut "PT. Freeport Indonesia angkat kaki dari Papua Barat, selain tuntutan referendum bagi rakyat Papua Barat. 

Latar belakang sebagai seorang karyawan PT. Freeport di Papua, namun ia selalu terlibat aktif menjadi orator mudah menutut  " penutupan pertambangan emas ini.  Ia menilai bahwa PT. Freeport ada untuk memperpanjang dan awal dari pemusnahan rakyat sipil Papua Barat.
Keyakinan ini membawah ia meninggalkan pekerjaan sebagai kulih di PT. Freeport  Indonesia dan melarikan sebagai aktivis pembebasan ribuan orang menderita diatas tanah Papua Barat. 

Setiap kali orator "  Indonesia, dan Amerika (melalui PT. Freeport) adalah musah abadi bagi rakyat sipil Papua Barat". 
Upah yang ia dapat juga lebih besar dibandingkan para pekerja lainnya. Upah bukan ukuran dalam hidup-nya namun memilih aktivis kemanusiaan untuk membebaskan ras bangsa malanesia di Papua Barat.
Salam duka dari  Aliansi Mahasiswa Papua Se- Jawa .
"Bagi kami kau adalah seorang aktivis sejati pembebasan nasional rakyat Papua Barat, dengan berbagai kontribusimu untuk mengabdi pada tugas pokok rakyat papua barat yang kau berikan selama hidup mu menjadi catatan penting buat sejarah gerakan rakyat papua barat .
Sekarang kau pergi tapi dengan satu kesusksesan tersendiri telah kau berikan adalah perjuangan hidupmu yang selalu kau emban untuk pembebasan Nasional rakyat Papua barat dan mengantarkan Isu Pembebasan Rakyat Papua keluar dunia internasional. 
Memang saat ini kami merasa sepi, saat ini kami merasa kehilangan kami merasakan duka yang sangad dalam, dan dengan kepergianmu yang terlalu cepat, tapi kami sadar bawah kepergian mu menjadi tetesan air yang siap untuk jatuh dan menghancurkan bendugan raksasa. kepergian mu adalah Proses buat kami yang kau tinggalkan.
Selamat jalan Kawan semoga kau tenang di Alam sana. Kami yang kau tinggalkan akan terus berjuang untuk membebasakan Bangsa rakyat papua terlepas dari belenggu Penjajahan Kolonial Indonesia ".

3. Aktivis KNPB - PRD Wilayah MEEPAGO di Nabire.
Pada tahun 2012, setelah pembunuhan Tuan Mako Musa Tabuni pemimpin umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), ia memilih pulang di kampung kelahiran di Nabire - Papua untuk berkarya demi kemanusiaan   hak - hak sipil rakyat.
Kurang  lebih 2 tahun lamanya ia berkarya sebagai sala - satu bidang pengurus KNPB Wilayah Meepago - Nabire. Disana ia tetap semangat untuk perjuangkan dan membangun konsolidasi masa untuk menggerakan rakyat sipil setempat.
Aktivitas terakhir : Dia hadir acara doa bersama di Sekretariat KNPB Pusat ibada DUKA NASIONAL kepergianya Tokoh Pejuang Papua Merdeka alm; Dr. Jhon Otto Ondowame. Setelah  satu bulan la meninggal dunia  dari rumah sakit Siriwini Nabire. Tidak tahu penyakit ia derita.  Kawan kepergianmu tidak terasa kenapa! Kawan bisa pergi cepat-cepat, kawan pekerjaan kita belum selesai ini. Kawan Hatiku terasa pedih. Selamat jalan! and selamat jalan kawanku.

Ucapan Duka Dari KNPB Pusat
Selamat jalan kawanku seperjuangan kami tidak lupahkan, jiwa semangatmu and sikap militanmu dalam perjuangan. Kawanku perjuangan sisa yang engkau tingalkan kami akan lanjutkan sampai titik darah pengabisan, merebut kemenangan kita yang sejati.

Kami seluruh crew KNPB dari wilayah, konsulat, sektor dan sel-sel sampai pusat menyampaikan turut berdukacita, and kami akan mendoakan semoga arwah-mu menerima disisi kanan Allah Pencipta Tanah Papua.
Kawan tidak tinggal diam, janji kami akan melanjutkan sisa perjuangan yang engkau tinggalkan ini kami akan selesaikan dan merebut samapai titik darah penghabisan nanti. *****

Kata - Kata Semangat dan Motivasi Perjuangan

Dua kalimat dibawah ini merupakan ungkapan dari almarhum sejak dia tinggal di Jogyakarta. Setiap jam 05.00 pagi waktu setempat, dia selalu memperingatkan kepada penghuni asrama  mahasiwa se-tanah Papua, Kamasan I Yogyakarta. Dua kalimat penyemangat anak mudah ini sambil menyalakan mesin motor miliknya dengan  kenalpot sangat besar.
  1. " Anda Pejuang Papua Merdeka bukan?. Tidur berjam - jam di tempat tidur. Mari bangun dan kita melangkah perlahan".  
  2.  " Disini Pulau Jawa bukan Tanah Kelahiran kami di Papua, bangun..bangun...bangun dan bangun..............
Selamat Jalan "Kawan-ku.
Posted in: , , , | Saturday, September 27, 2014
Foto: Almarhum Oto Parianus Kudia
"Oku, Selamat Mengibarkan Bintang Fajar Bersama Pejuang Papua Lainnya dan Rakyat Yang Tak Bersalah Dibunuh Oleh Kekejaman Indonesia."

Rabu (24/09/2014), Pukul 05:00 Waktu Papua (WP), Oto Parianus Kudiai menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sriwini Nabire, Papua.

Oto Parianus Kudiai adalah sosok Aktivis Papua Merdeka. Bersama kawan-kawan aktivis di Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Oto Parianus Kudia yang akrab dipanggil Oku menghabiskan waktunya dalam AMP.

Oku (Makabe Wiyai Mutopai Umagi) adalah teman diskusi juga bersama kawan-kawan Umaginews West PapuaEmai MogoAbokiChe De Goo, Sonny D, Roy KarobaAngin Selatan, dan kawan-kawan lainnya. Tidak banyak, kami habiskan waktu untuk mendiskusikan Kebijakan Pemerintah Kolonial Indonesia yang seenaknya membuat keputusan dan dilindungi oleh Undang-Undang (UU). Tidak hanya itu, untuk menjalankannya mesti ada korban sebagai tumbal.

Otonomi Khusus (OTSUS) adalah bukti bahwa ada persoalan Sejarah, persoalan Internasional dan Otsus tidak turun dari langit.

UU No. 21 Tahun 2001 adalah UU yang melegalkan keberadaan Otsus. Keputusan pengambilan kebijakan pun tidak berdasarkan status perjalanan Sejarah Papua. Bahkan dalam pelaksanaannya Tokoh Papua Merdeka, Dortheis Hiyo Eluay menjadi korban, tumbal. Pelakunya Megawati, yang saat ini mengcover Joko widodo-JK (red: Presiden Penjajah) melalui Kopasus, Militer Indonesia.

Oku juga banyak cerita tentang PT. Freeport. Ia sendiri adalah buruh kasar di area PT. Freeport lebih khusu pada Teknisi Otomotif, mesin alat berat. Almarhum juga saat itu menjadi tugas belajar di Kota Kolonial, Yogyakarta-Indonesia.

Cerita seksinya adalah PT. Freeport berada di Tanah Papua, Timika. Pada Tahun 1967 adalah tahun kontrak karya PT. Freeport antara Amerika dan Indonesia. Pada Tahun 2008 tercatat penghasilan hanya emas saja 800 Miliar Dolar perhari. Belum termasuk, Tembaga, Batuan-batuan ber-$, Hutan Papua, Flora dan Fauna, Unggas, dan lainnya. Oku hanya terima kurang dari 10 juta Rupiah perbulan, sementara Ia harus habiskan hidupnya hidupkan mesin Monster agar terus menguras dan memperluas ke wilayah lainnya.

Oku sadar bahwa ia adalah korban dari Lusiver, sadar bahwa ia sedang ada dalam perbudakan lusiver.

Di cerita akhirnya, Oku cerita juga bahwa daerah kandungan Alam lainnya juga sama. Kita akan habiskan waktu berpendidikan, sekolah berbasis kurikulum lusiver dan bermuara pada korban lusiver.

Sekitar Tahun 2010/2011, Oku menemui seoarang Pendeta, saat ini Pendeta itu memimpin di sebuah Gereja. Yaitu: Gereja Filipi sebutan akrab.

Oku tergerak memberikan derma atau perrupiah pada Pendeta tersebut. Tujuannya adalah agar memperlanjar kerja-kerja Pak Pendeta kedepan.
Ibadah duka di Asrama Paniai atas berpulangnya Pejuang Papua Merdeka,Oto Parianus Kudiai di sisi Tuhan Yesus Kristus pada hari Kamis (25/09/2014), adalah kesaksian dari Bapak Pendeta itu.

Pendeta punya cerita tersendiri bersama Almarhum Oku.

Dalam kesaksian Bapak Pendeta di sebuah Filipi Family, "Saya rasa bahwa saya dilahirkan kembali untuk menjalankan misi Tuhan. Saya tergerak untuk menyatakan yang sebenarnya bahwa saya harus melawan rasa takut, saya harus membenahi diri saya," kata Oku kepada Pak. Pendeta itu.

Oku menghabiskan banyak waktu bersama kawan-kawan aktivis Papua Merdeka.

AMP dan KNPB adalah Rumahnya. Saat teduh dan Gereja adalah tempat ia mengucap syukur atas campur tangan yang tak terlihat pada setiap ciptaan-NYA lebih khusu Oku. Lawan Lusiver adalah nafas para aktivis Papua Merdeka.

Bapak Pendeta menceritakan tentang kesaksian Ayah dan Ibu dari Pendeta saat dihidupkan kembali setelah meninggal dunia selamat tiga hari.

"Sesungguhnya kehidupan setelah kematian itu benar-benar ada, Surga dan Neraka itu sungguh-sungguh ada," Inti kesaksian itu diceritakan oleh Bapak Pendeta saat Ibadah syukuran, Duka almarhum Oku.

Oku selalu menghadirkan suasana kegembiraan, bagaimana ia harus menghilangkan duka Nasional Papua Barat, duka yang selalu rakyat Papua alami.
Jiwa sebagai pejuang yang semangat, selalau hadirkan jiwa militansi untuk tidak takut pada Lusiver dan masih banyak lagi.

Oku memberikan Diesel Generator, Pengeras Suara, dan Kenangan akan pentingnya perjuangan ini.

AMP, melalui Amp Komite Kota Yogyakarta mengucapkan turut berduka dan menuliskan jiwanya sebagai aktivis Papua Merdeka di akun Facebook tidak lupa ucapan terima kasih atas Diesel Generator, Pengeras Suara, dan Kenangan akan pentingnya perjuangan ini.

Rakyat Papua Barat tetap satukan barisan perlawan, kita capai harga diri kita sebagai manusia Papua yang menghuni di Pulau Papua.

Terima Kasih, rakyat Papua Barat tetap LAWAN!
Jumat, 09 September 2014, Sudut Kota Kolonial.
Sonny Dogopia, Aktivis di Aliansi Mahasiswa Papua.
Sumber:http://www.taringpapuanews.com/

Posted in: , | Thursday, September 25, 2014
FOTO: Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)
Komite Kota Bandung. Seusai aksi Papua Merdeka
di Depan Asrama Papua, Bandung.
BANDUNG, M A L A N E S I A - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bandang, gelar diskusi mengenai kekerasan di tanah Papua yang terus meningkat diakhir-akhir ini, Selasa, (23/9), di Asrama mahasiswa Timika, jalan Inofthen, Bandung Jawa Barat. 

Disela-sela diskusi tersebut,  Wenas  Kobogau, menjelaskan  soal pembungkaman ruang demokrasi di tanah Papua dan juga di Jogyakarta.

Menurutnya, masyarakat dan mahasiswa di Papua, mau demo soal Pendidikan, Kesehatan, dan Budaya bahkan kebijakan Pemerintah yang tidak memihak pada rakyat kecil, itu saja, aparat kepolisian selalu larang, apa lagi aksi Papua Merdeka, “Ujarnya.

Bahkan, kawan-kawan kami di Jogyakarta pun, sedang hadapi nasib buruk yang dibikin kolonial Indonesia ini.

Lanjut, Kobogau,  Ironisnya,  Pekerja HAM pun di ancam, dan di tikam. Contoh kasus, seperti Wamena pekan kemarin.

“Saya harap, dalam kondisi begini, kami sebagai mahasiswa jangan berdiam tapi terus bangun diskusi dan terus lakukan aksi pelawan. 

Sebab, tindakan aparat, ialah bagian dari upaya pemusnaan orang Papua (Genosida). Disisi lain, Kata Wenas, tindakan aparat kepolisian Indonesia telah melanggar Undang-undang HAM,  yang dimasudkan dalam Pasal 28.

Sementara itu, Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bandung, Risel, menjelaskan soal kondisi rakyat Papua.

Kemarin, pada saat liburan, saya melihat kondisi disana, banyak rakyat kecil lebih berbincang soal Pemekaran. Dalam hal, saya berpikir bawah, ‘Elit Papua, selalu melakukan peralihan isu, untuk bungkam peristiwa yang sedang terjadi di sekitaran mereka,”Kata Risel, disela diskusi.

Pada tempat yang sama, Methu membenarkan ungkapan Risel, terkait kondisi terkini di Papua. Lanju Methu, Di Papua, Orang asli Papua, takut beraktivitas. Sudah pukul enam sore, jatung kota sunyi. Misalanya, seperti di Nabire, orang sangat sunyi sekali, tidak seperti dulu, bahkan seluruh Kabupaten di tanah Papua hadapi nasib yang sama. Hal tersebut, saya amati saat liburan pada bulan Juli lalu, “Katanya.

Kemudian, untuk selanjutnya, Jekikom.

Jekikom menjelaskan soal dinamika Komunikasi Politik, di Papua. “Pemerintah Indonesia, diancam dengan "Papua merdeka" oleh elit Papua baru bisa memenuhi permintaan. Hal tersebut digunakan Lukas Enembe, guna meloloskan RUU, 14 Draf tersebut ketika di tolak Pemerintah Indonesia. Mestinya, tak pantas menyatakan demikian oleh seorang Gubernur Kolonial Indonesia.

Upaya tersebut merupakan, bagian dari gaya komunikasi Politik yang tidak Demokratis. Mestinya, Lukas minta tanggapan atau aspirasi rakyat  lalu menyataan hal tersebut. Disisi lain, upaya mempertahan eksitensi diri, di kursi Gubernur.

Namun. Lanjutnya, Danamika yang sekarang terjadi ialah, Pejabat Papua menipu pemerintah Pusat, begitu pun Pejabat Pusat menipu Pemerintah Papua. Mereka tidak menyadari bawah, rakyat sedang korban terus, “Setiap hari, rakyat Papua di bunuh Militer Indonesia, akan tetapi Pemerintah Provinsi Papua, lebih mementingkan kepantingan diri mereka. 

Selanjutnya, Persoalan Papua tidak akan usai, selagi rakyat Papua masih bersama Pemerintah Indonesia. Demikian, Kata  Jekikom.

Kemudian, Cheko angkat bicara, Peraturan Daerah di Papua sangat lemah. Ibaratnya, “Sebuah Kebun tanpa Pakar”. Soal ini, merupakan perhatian bersama. Jika di bandingkan dengan, Kota Bandung  “Sangan jahu beda sekali, di sini peraturan sangat kuat. Maka, kata cheko, Kami harap, “Agar Papua, juga bisa bikin Peraturan Daerah yang mampu perdayakan orang asli Papua diatas tanah Papua, “Kata, Sejend AMP itu.

Akhir dari Diskusi ini. Menyimpulakn dua potong kesimpulan, sebagai berikut: 

Kita perlu ketahui bersama bawah, sejak kami dilahirkan diatas tanah Papua, sudah di masukan dalam Daftar Pencarian orang (DPO) militer Indonesia. 

Tidak terkecuali, Kata Dia, Orang Papua yang kerja di Pemerintahan  (Gubernur, Bupati), Bariasan Merah Putih, Informen, apa lagi rakyat kecil, “Yang namanya Orang Papua, sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang dari Militer Indonesia. 

Jangan kita berpikir, bahwa, Saya kerja di Pemerintah  Indonesia jadi tra akan di ancam atau bebas.  Bagi yang bicara Papua merdeka ka, tidak bicara Papua Merdeka, Semua DPO-Nya Indonesia, juga kita semua bagian dari buruan Militer Indonesia. 

Namun, Solusi yang harus dijuangkan ialah:

“Menentukan Nasib Sendiri (Self Determination) adalah Solusi Demokratis bagi Rakyat Papua Barat”

Rakyat Papua hidup bersama negara Indonesia, tak punya harap, sebab kita semua masuk dalam DPO Pemerintah Indonesia. Kesimpulan tersebut dibacakan, Cheko, seusai Diskusi, malam kemarin. Pukul 07.00 WIB. (MALANESIA/WIYAI)
Posted in: , , , , | Wednesday, September 24, 2014

EDINBURGH - Nobel Peace Prize Nominee and Free West Papua Campaign founder Benny Wenda meeting with famous BBC journalist Andrew Marr as well as interviewed live mainstream broadcasters including (BBC News and ITV News) and many media outlets ( The press and Journal, The Radical Independence Campaign, The Sydney Morning Herald, The Evening Telegraph, and the Bangkok Post) regarding his point view of the Scotland referendum which what it will the benefit for West Papuan on Friday 19th September 2014, this week, in Edinburgh, Scotland.


“I came to Scotland as the guest and observe to learn about how the referendum was being organised and run. I was inspired by the fact it had been conducted without any pressure from the UK Government”, said Benny Wenda.

While interviewed Benny Wenda sent very clear messages to the Scottish people, British people, international community, and Indonesia government, "My dream is that in a peaceful way West Papua will have the right to choose their own destiny like Scottish people," he said. "[What] I am witnessing directly now, it gives me hope that one day it might happen to the West Papuan people." The source from (The Sydney Morning Herald).


However, Benny Wenda present to be witness directly to learn and see how the Scotland referendum will be better example to apply for West Papua, because West Papua has been deny their right to self-determination and referendum by America, Netherlands, and Indonesia since “New York Agreement 1963” where those countries sold West Papuan to the second colony which Indonesia. Therefore, Benny strongly believe that, this referendum can inspired him and his people.


Benny Wenda, demanding to the people of the Scotland, British, and international communities to put pressure on their government to allow West Papuan people have right to exercise and vote for their destiny which referendum for West Papua with democratically way under International law.

Finally, at the end of the interviewed live by many media outlets and mainstream broadcaster congratulated Benny Wenda for his campaign against Indonesia colonialism and slavery from Indonesia. Good luck for your campaign and hope you will gain your independence and you will go free man where you can re-join with your people.

Benny Wenda’s trip to Scotland (17th to 19th September 2014) as more and more people are made aware about the struggle of our people for an independence and referendum of their own. This incredible awareness and increase support from Scottish people and international community.

Nobel Peace Prize Nominee and Free West Papua Campaign founder Benny Wenda an official observer at the Scottish referendum count in Edinburgh, Scotland.

Nobel Peace Prize Nominee and Free West Papua Campaign founder Benny Wenda meeting famous BBC journalist Andrew Marr. This photo was taken before after Benny was interviewed live by BBC News.

Nobel Peace Prize Nominee and Free West Papua Campaign founder Benny Wenda meeting famous BBC journalist Andrew Marr

Nobel Peace Prize Nominee and Free West Papua Campaign founder Benny Wenda meeting ITV News reporter. This photo was taken before after Benny was interviewed live by ITV News.

Benny Wenda being interviewed Live by ITV News during the Scottish referendum coverage.

Nobel Peace Prize Nominee and Free West Papua Campaign founder Benny Wenda meeting famous BBC journalist Andrew Marr. This photo was taken before after Benny was interviewed live by BBC News.


Benny Wenda being interviewed Live by BBC News during the Scottish referendum coverage.



During his time in Scotland, Benny Wenda was interviewed about West Papua by The Press and Journal

Benny Wenda with Radical Independence Movement Campaign, Amie Roberson

Benny Wenda with Radical Independence Movement Campaign, Luke Cambell, and Amie Roberson


© Copyright by w@tchPAPUA
Posted in: , |

Music (Suara Kriting)

Followers