Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Dua anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilaya Nabire, Atas nama Fince Gobai dan Yonas Kayame sengaja disambar oleh Orang tidak dikenal/Orang Terlati Khusus (OTK) pada jam 09;24 wpb dekat jalan raya auri Nabire.

Sambaran yang dilakukan oleh OTK tersebut, mencurigakan bahwa yang Menyenggol/menyambar  kedua Aktivis KNPB “Aktivis Papua Merdeka” adalah murni militer Indonesia yang dikirim dari Jakarta Oleh Penjajah Indonesia atas nama Negara penjajah Indonesia untuk membunuh dan memusnakan rakyat Papua barat, di tanah Papua Barat, sesuai misi bangsa penjajah.


Sesuai dengan informasi yang disebarkan beberapa bulan yang lalu oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab diatas tanah papua barat. Bahwa/bunyi sms yang tersebar adalah: “Prabowo mengirim pasukannya yakni Bromop dalam jumlah bersaran ke seluru tanah papua untuk membunuh dan memusnakan orang asli papua diatas tanah papua barat, maka orang papua berhati-hati keluar pada malam hari” begitu bunyi sms yang di sebarkan lewat Hemphone.

Sambaran yang dilakukan oleh Orang terlati Khusus terhadap dua aktivis KNPB adalah murni dilakukan oleh Militer Indonesia. Sesuai misi bangsa penjajah Indonesia diatas tanah papua barat.

Kronologi;

Dua anggota KNPB Wilaya Nabire atas nama Fince Gobai “Perempuan” dan Yonas Kayame “Laki-laki” hendak pulang dari SP3 setelah mengikuti duka keluarga pada jam 06;00 wpb.

Setelah kedua Aktivis tiba Auri pada jam 09;24 wpb keduanya di sambar oleh mobil Hailuz  yang tidak di ketahui dsnya dari belakan kedua korban. Setelah menyambar dari belakan mobil tersebut melaju dan hilang.

Setelah mobil itu menyambar dari belakan, dari arah depan motor yang tidak menggunakan No SD menabark Yonas Kayame yang sudah terjatu hingga menglawami luka-luka, dan sementara dilarikan ke rumah sakit Umum Sriwini Nabire.

Kejadian tersebut Membuat kedua aktivis mengalami;, Fince Gobai Aktivis KNPB Wilaya Nabire mengalami luka ringan pada tangan kanan dan kaki kanang. Sedangkan Yonas Kayame menglami Luka pada Kepala, Bibir, tangan, dada, dan kaki kiri. Yonas Sempat tidak terbangun menglami krisis dan sementara ada di rumah sakit umun Sriwini nabire. (dego)

ini fotonya.






Posted in: , | Wednesday, September 17, 2014


TIMIKA-- Pada hari ini Minggu tgl 07/09/2014 jam 09:30 pagi Wpb, keluarga besar Masyarakat Papua yang ada di Timika sedang mengadakan Ibadah Duka Nasional atas meninggalnya wakil ketua West Papua National Coalition for Liberation  (WPNCL), Alm.Tn. Dr .JHON OTTO ONOAME di  Gereja Kemah Injil  KINGMI  Jemaat  BAHTERA Kwamki Baru Timika Papua.

Disaat Ibadah berlangsung dipimpinan bapak Pendeta Reiyn Pigai tepat pukul 09:40 Wpb, pihak kepolisian Indonesia  dibawah pimpinan Kapolsek Miru datang dengan anggota, intelijennya menghadang dan melepaskan kain spanduk duka Nasional yang sedang pasang didepan gereja dan mengganggu situasi Ibadah sedang Berlangsung didalam Gereja.

Lalu Kapolsek Miru mengatakan bahwa jangan pasang kain spanduk Duka Nasional ini di depan Gereja sini, dengan alasan jangan sampai ada Pejabat-pejabat lewat dan bisa melihatnya jadi, harus dilepaskan dari depan Gereja ini, dan juga mengganggu semua Masyarakat asli Papua yang ada disekitarnya. Kata kapolres dengan penuh emosi didepan Gereja.

Lalu Polisi melarang foto kebrutalan aksi Polisi saat melepaskan spanduk duka Nasional di hadang semua Jemaat yang sedang pegang Hp Kamera, dan juga dilarang untuk mengambil gambar ini tindakan oleh Polisi yang dipimpin oleh Kapolsek miru sendiri.

Setelah itu, tidak lama lagi tepat pukul 09:45 wpb anggota Tni/Polri Memakai Choper dan datang memantau situasi di depan Gereja Kingmi Jemaat Bahtera masyarakat sedang berlangsung Ibadah akibatnya mengganggu semua aktivitas masyarakat yang sedang beribadah di dalam Gereja.  

Hingga saat keluarga Besar rakyat Papua khususnya wilayah Timika sedang mengadakan Duka sperti terlihat kediaman Rumah Pdt. Ishak Ondowame di Jalan Baru dan Kantor KNPB dan PRD Wilayah Timika

Pahlawan sejati, Dr.John Otto Ondawame, engkaulah salah satu perintis terkemuka di bumi Amungsa wilayah Bomberai, Timika-Papua. Walaupun anda sudah lama terasing di negeri pasifik selatan kota Port Vila, Vanuatu. Tetapi perjuangan papua merdeka secara bermartabat yang pahlawan sejati diperjuangkan, Dr. John Otto Ondawame sepanjang ini, akan diteruskan buat generasi penerus bangsa papua barat. Terutama buat nenerasi, 7 suku asal kab. Mimika yakni, Amugme, Komoro, Mee, Moni, Nduga, Dani dan Damal.

Kami generasi penerus papua asal kabupaten Mimika sedang berduka atas kepergianMu. Dan engkau boleh tinggalkan kami anak-anakmu sebagai pewaris atas karya perjuanganMu sebagai memori yang akan diteruskan kepada kami generasi penerus bangsa papua barat, terutama generasiMu 7 Suku yang bermukim di Bumi Amungsa, Papua Barat.

Tubuh jasmani engkau boleh tinggalkan diantara ribuan generasiMu di Bumi Amungsa, Papua Barat. Tetapi jiwa patriotisme yang engkau diperjuangakan sepanjang ini, engkau boleh ditinggalkan dan dititipkan bersama kami para generasi penerus bangsa papua barat. Perjuangan papua merdeka sepanjang ini, akan terukir sejarah dan perjuanganMu diwariskan turun-temurun sampai Penentuan Nasib Sendiri, bagi Bangsa Papua Barat.

Kami merasa kesal atas kematian Mu, Dr. John. Otto Ondowame dinegeri pasifik Selatan, Kota Port Vila. Engkau bukan seorang pengasingan yang berdiam di negeri pasifik selatan selama perjuangan disana. Semestinya engkau tinggalkan kami diatas tanahMu sendiri di negeri papua barat- Timika. Jadi kami generasi-penerus papua barat, asal kabupaten Mimika semoga arwanya dikembalikan ke tanah pusakanya sendiri. Dan jenazahnya akan dimakamkan bersama, Pahlawan Kelly Umeky Kwalik ditaman pemakaman Timika Indah, Papua Barat. (Son)
SUMBER:knpbnewsTimika

Posted in: | Sunday, September 7, 2014
Tiga tokoh perjuangan Papua Merdeka. Alm. Dr. Otto Ondawame (kiri), Benny Wenda (tengah) dan Andy Ayamiseba (Kanan). Foto: Ist.

Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Kematian wakil ketua West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL), Dr. John Otto Ondawame meninggalkan duka bagi seluruh rakyat Papua. Terlihat langsung membanjiri jejaring sosial dengan ungkapan bela sungkawa yang beragam dari rakyat Papua di seluruh dunia.

"Kami sangat berduka telah kehilangan putra terbaik Papua, Dr. John Otto Ondawame. Dia juga adalah Diplomat Papua Merdeka di luar negeri yang berdomisi di Vanuatu. RIP  Tuan Otto," ujar Jeffy Wenda, ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Yogyakarta.

Dalam siaran pers yang diterima majalahselangkah.com, Jumat (5/9/2014) malam, dirinya menyebut perjuangan yang dilakukan Almarhum bersama pejuang Papua merdeka lainnya di Vanuatu melalui wadah WPNCL itu telah berhasil menarik perhatian negara-negara anggota MSG.

"Kita tahu, perjuangan yang dilakukan almarhum begitu luar biasa, beliau bersama kerabatnya memperjuangkan nasib bangsa Papua di Vanuatu dengan terus mendorong aplikasi keanggotaan Papua ke dalam negara-negara MSG," lanjut Wenda.

Beberapa tokoh perjuangan Papua merdeka pun benar-benar merasakan kehilangan salah satu pejuang yang selama ini eksis di Vanuatu. Salah satunya, rekan seperjuangan di WPNCL, Andy Ayamiseba.

"Dengan sedih saya menyampaikan bahwa rekan seperjuangan John Otto Ondawame telah dipanggil pulang ke rumah BapaNya yang kekal, akibat serangan jantung yang dasyat," tulis dalam akun facebooknya.

Ucapan bela sungkawa dari tokoh Papua merdeka lain, datang juga dari Benny Wenda di Inggris.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa saya yang paling dalam dan tulus kepada keluarga Bapak Ondawame pada hari ini, duka tersebut dan berkabung untuk semua kita orang Papua dan Melanesia di seluruh dunia," tulis Benny Wenda dalam akun facebooknya.

"Saya sendiri tahu John dan kami bertemu beberapa kali untuk berbagi sentimen untuk Free West Papua dan membantu untuk menyatukan satu suara bagi orang-orang Papua Barat. Dia adalah pemimpin yang sangat kuat dan karismatik, menempatkan orang sebelum hidupnya sendiri," tambah Benny

Tak ketinggalan juga, Octovianus Mote yang saat ini berdomisili di Amerika Serikat turut berbelasungkawa.

"Saya kagum akan komitmen untuk bertahan dalam suka dan duka dengan prinsip Merdeka adalah harga mati. Dalam periode itu, kaka John adalah tempat saya bertanya dan berguru. Saya bahagia karena bisa menyaksikan hari akhir hidupnya yang sangat berbahagia ditengah istri dan anaknya," tulis di akun facebooknya.

"Seluruh kenangan itu abadi dalam ingatanku dan energi dalam melanjutkan perjuangan Papua Merdeka. Kepada ipar Laisa dan anak Jakob, saya nyatakan turut berduka cita atas kehilangan yang kalian dua rasakan. Bangsa papua pun kehilangan seorang pemimpin".

Sementara, Komite Nasional Papua Barat (KNPB), secara resmi menyerukan duka Nasional seluruh tanah Papua dari Sorong sampai Merauke.

"Kami rakyat Papua Barat telah Kehilangan seorang pejuang sejati. Akhir pesannya mengajak seluruh rakyat Papua Barat pada umumnya lebih khusus KNPB untuk meneruskan perjuangan beliau tinggalkan," kata Victor Yeimo, Ketua KNPB pusat.

Dr. John Otto Ondawame meninggal dari Rumah Sakit Umum, Port Villa Vanuatu, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, akibat serangan jantung. (M2/003/MS)
sumber:http://majalahselangkah.com/content/wakil-ketua-wpncl-meninggal-rakyat-papua-berduka
Posted in: , , | Saturday, September 6, 2014
Lambang West Papua
KOMANDO NASIONAL

TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT
ORGANISASI PAPUA MERDEKA
———————————————————————————————— 
Pernyataan Panglima Tinggi Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
Belakangan ini muncul penrnyataan Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Setelah sebelumnya tiga pimpinan daerah TPNPB, mengeluarkan pernyataan tegas menolak pemekaran daerah otonomi baru di wilayah Puncak Jaya, Puncak Ilaga dan Lani Jaya, atas rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru diantaranya, (Sinak dari Kabupaten Puncak Ilaga, Yamo dari Kabupaten Puncakjaya dan Puncak Trikora dari Kabupaten Lani Jaya). Untuk lebih lengkap pernyataan tiga pimpinan daerah TPNPB klik link disini: http://www.komnas-tpnpb.net/pernyataan-tpnpb-tolak-pemekaran-daerah-otonomi-baru.html.
Pembentukan Daerah Otonomi Baru di wilayah Papua, lebih khusus tiga daera yang dimaksud diatas, adalah bukan untuk kesejahtraan rakyat ataupun pembangunan. Namun untuk kepentingan politik aparat keamanan negara Republik Indonesia, untuk menguasai wilayah tersebut. Tidak hanya itu, tetapi dengan kehadiran darah otonomi baru di wilayah tersebut, akan menjadi konflik horisontal antar warga seperti yang sering kali terjadi di wilayah Timika dan lainnya, adalah sebuah skenario intelejen untuk adu-domba.  Hal itu mengakibatkan banyak orang Papua korban di wilayah dimana yang sering terjadi perang suku.
Daerah Otonomi baru, bukan menguntungkan rakyat setempat, melainkan menguntungkan misi negara dan transmigrasi. Yang dimaksud dengan misi negara adalah, menguasai wilayah adat masyarakat pribumi demi kepentigan pembangunan, pembunuhan terhadap masyarakat pribumi Papua secara sistematis dan secara nyata terjadi dengan stigma OPM, pendudukan militer yang berlebihan dengan alasan banyak TPNPB-OPM yang mengancam Pemerintah dan aparat keamanan negara, ciptakan skenario untuk masyarakat adu-domba sampai terjadi perang suku mengorbankan masyarakat dan pada umumnya penjajahan terus terjadi atas nama stigma orang Papua “bodoh”.
Transmigrasi, Daerah Otonomi Baru peluang bari masyarakat Indonesia. Banyak pengiriman transmigrasi di daerah Otonomi Baru, Transmigrasi difasilitasi dari Pemerintah, dan dilindungi oleh aparat keamanan negara. Transmigrasi menjadi orang pribumi, sedangkan penduduk pribumi menjadi orang pinggiran seperti orang asing di wilayah sendiri. Ekonomi dikuasai transmigran, bukan lagi penduduk pribumi, Pemerintah difasilitasi bagi transmigran ruko-ruko, toko dan mall, sedangkan rakyat pribumi Papua tidak. Cara-cara ini membuktikan bahwa pembentukan daerah otonomi baru, adalah kepentingan negara, dan dari permintaan elit politik tertentu di daerah tersebut yang dihasut oleh para birokrat Indonesia.
Daerah Otonomi baru di wilayah pegunungan, dibentuk karena kepentingan politik negara Indonesia, sudah 3 (tiga) tahap daerah onomi baru di pegunungan Papua. Pertama, Kabupaten Jayawijaya, dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969, tentang pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-Kabupaten Otonom di Provinsi Irian Barat. Kedua,melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 dengan membentuk tiga Kabupaten baru yaitu Kabupaten TolikaraKabupaten Pegunungan Bintang  dan Kabupaten YahukimoKetiga,Pekarkan empat kabupaten baru yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri RI pada tanggal 12 Juni 2008 di Wamena. Tiga kabupaten yang baru dimekarkan itu masing-masing, berdasarkan undang-undang nomor 3-6 Tahun 2008, tentang Pemekaran diantaranya: Mamberamo Tengah, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Lani Jaya, dan Kabupaten Nduga.
Terbukti nafsu Indonesia atas West Papua, pemekaran Daerah Otonomi Baru untuk kepentingan negara, yang telah dijelaskan pada paragraf 3 dan 4 diatas. Dari tiga tahap daerah Otonomi Baru, lebih khusus dua tahap dari tiga diatas. Pembangunan kesejahtraan rakyat pribumi Papua di daerah setempat tidak ada, yang ada hanyalah kesejahtraan bagi birokrat orang asli Papua, itu yang dimaksud kesejahtraan rakyat atau kesejahtraan birokrat. Yang ada hanya karena kepentingan birokrat dan pemerintah rakyat kecil menjadi korban, diatas tanah kekayaan sendiri kemudian merampas hak kekayaan tersebut. Atas nama keamanan pemerintah daerah kehadiran aparat keamanan yang berlebihan, justru membunuh, menculik dan menyiksa masyarakat Papua di Pegunungan pada umumnya Papua.
Dua tahap pemekaran daerah otonomi baru termasuk kabupaten Jayawijaya, yang sudah sekian lama itu, niat Pemerintah Indonesia karena bukan untuk membangun melainkan membunuh atas penjajahan diatas tanah Papua Barat, maka dari abat ke abad, yang ada hanya merampas hak kekayaan leluhur rakyat bangsa Papua Barat, serta membunuh rakyat pribumi dengan tujuan pemusnahan ras (genosida), atas tanah paradise untuk menguasai dan mengelolah demi kepentingan negara.
Panglima Tinggi TPNPB Jenderal. Goliath Tabuni, mengeluarkan pernyataan dalam sebua video bersama beberapa pimpinan darah di Ilaga, Sinak dan Yambi. Jederal. Goliath Tabuni tegas menyatakan “Gubernur Lukas Enembe, Ketua DPRP Yunus Wenda dan Matius Murib Ketua MRP, hentikan pemekaran Kabupaten di seluruh Papua, kami TPNPB-OPM “tolak”, tegas Goliath Tabuni.
Demikian pula pernyataan penolakan disampaikan Lekagak Telenggen, Militer Murib dan Peny Murib Panglima daerah Ilaga. Mereka tegas menolak Pemekaran Daerah Otonomi Baru di wilayah mereka dan pada umumnya Papua. Militer murib tegaskan, “apabila pemekaran jadi di wilayah kami, maka kami perang, perang, perang sampai Yesus datang”, Yesus datang artinya sampai hari kiamat.
Dengan dasar yang dapat dijelaskan diatas maka, Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:
  1. Bahwa dengan tegas menolak Pemekaran Daerah Otonomi Baru di wilayah Kabupaten Puncakjaya, LaniJaya dan Puncak Ilaga, diantaranya (Sinak, Yamo dan Punjak Trikora);
  2. Bahwa Panglima Tinggi, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat menyatakan dengan tegas, peringatan untuk semua pejabat Pemerintah Indonesia diwilayah Puncakjaya, Puncak Ilaga dan Lanijaya, tukang ojek orang Papua, non Papua maupun pedakang non Papua dan seluruh orang Asli Papua yang menjadi agen Inteljen Militer RI dan mendukung segala bentuk program yang mematikan perjuangan Papua Merdeka;
  3. Pernyataan poin satu diatas, kami beri peringatan aktor-aktor yang berjuang untuk pemekaran Daerah Otonomi Baru di tiga wilaya tersebut. Kemudian segerah hentikan upaya lobi Pemekeran tiga daerah dan pada umumnya wilayah Papua;
  4. Apabila isi pernyataan poin satu, dua dan tiga diatas tidak hentikan maka Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat kedapatan, dimana saja dan kapan saja akan tembak mati.

Demikian pernyataan sikap Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), harap menjadi perhatian oleh semua pihak dan dilaksanakannya.

Dikeluarkan Di  : Markas Tingginambut
Pada Tanggal   : 05 Agustus 2014

Panglima Tinggi Komando Nasional
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat
ttd
Jenderal. Goliath Tabuni
SUMBER:http://www.komnas-tpnpb.net/
Posted in: , |

 
Foto: Almarhum Ketua KNPB Sorong, Martinus Yohame. Diculik dan dibunu.

PENUTUPAN DUKA NASIONAL KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB) KONSULAT  INDONESIA TENGAH BERSAMA SOLIDARITAS PEMUDA, MAHASISWA, DAN MASYARAKAT PAPUA SPMMP DI MANADO SULAWESI UTARA IBADAH DUKA BERSAMA.

a.       Kronologis Ibadah Pada tanggal 30 agustus 2014 KNPB konsulat inddonesia tengah bersama solidaritas pemuda, mahasiswa dan masyarakat papua di sulawesi utara telah melaksanakan ibadah duka nasional yang dihadiri -+ 60 orang. Yang dipimpin oleh Korinus Mabel S.Th dalam kitab 2 korintus 10: 1-6 dengan Thema: “Tuhan memperlengkapi umat-Nya dengan senjata rohani untuk memperjuangkan kebenaran dan menegakan keadilan bagi umat yang tertindas” ibadah yang berlangsung sangat hikmat. Khotah direfleksikan melalui drama singkat tentang: demo, penangkapan, pembunuhan dan penculikan para aktifis oleh TNI POLRI dan diperagakan secara langsung bagimana proses demo, penangkapa, pembunuhan dan penculikan terhadap para pejuang dan para aktivis bangsa Papua Barat.


b.      Penjelasan Derama Singkat. Dalam kurun waktu -+ 60 tahun Bangsa Papua Barat berjuang untuk menentukan nasip sendiri dengan berbagai cara serta menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah indonesia secara manusiawi. Namun segalah aspirasi yang disampaikan oleh rakyat Papua selalu di abaikan dan mencari jalan keluar untuk melakukan manufer-manufer penagkapan, penculikan dan pembunhan hal ini terbukti. Oleh karena itu melalui peristiwa penculikan ketua KNPB Sorong Raya memberikan semangat baru, kebangkitan baru, dan perlawanan baru bagi generari muda/i Papua untuk melawan para penjaya dengan semangat nasionalisme demi menentukan kemerdekaan papua secara devakto. Hal ini terbukti bahwa Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan senjata rohani dan jasamani untuk melawan dan meruntukan tembok-tembok penjaya.


c.        Refleksi Teologis. Bangsa Indonesia adalah sama seperti bangsa Mesir pada zama raja Firaun Amanofis III yang mana menidas dan memaksa bangsa israel untuk kerja rodi selama berada di mesir. Musalah yang menghadap raja untuk membaskan bangsanya keluar dari tanah mesir ke tanah perjanjian selama 9 kali musa menghadap raja tetapi raja mengeraskan hati dan tidak mengijinkan bangsa Inrael dari mesir. Oleh campur tangan Tuhan maka bangsa Israel Bebas dan keluar dari tanah mesit ke tanah perjanjian. Hal ini mengigaktan kita kepada penjajahan yang dilaksanakan oleh NKRI terhadap bangsa Papua Barat. Orang pribumi Papua yang tidak mengasi tanah dan rakyatnya untuk mempertangung jawabkan ketidakadilan, penjajahan, pembantaian, penculikan dan perampasan hak-hak bumi papua adalah seorang penghianat. Oleh karena itu perhatikan kata-kata pijak dibawa ini. Karena itu aku suka mengorbankan miliku, bahkan mengorbankan diriku, untuk tanah Papua jika aku sangat mengasihi warga bangsa Papua Barat, masakah kami kurang dikasihi oleh bangsa kolonial. (2 Kor 12 : 15). Bagi gereja, pemerintah, agama yang ada di tanah papua bertangung jawab dan mengasihi tanah papua dan rakyat seperti dirimu sendiri. Seusai ibadah masuk pada orasi politi.


d.      Sambutan ketua KNPB Konsulat Indenesia Tengah Dalam sambutanya ia mengatakan bahwa generasi muda/i mahasiswa/i papua sadar akan jati diri sebagi akah bangsa untuk selalu berjaung dan menekagak kebenaran kepada dunia nasional dan internasional. Kepergian ketua KNPB Sorang mendorong kita untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan papua secara utuh. Ia juga menambahkan keamanan dan kewaspadaan dapat di tingkatkan baik di dalam dan diluar dima kita berada. Dengan ini kami mendukung tekmen politik atau tuntutan dibawa ini.


e.       Stekmen Politik dan Tuntutan
1.      Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Gubernur Irian Jaya Barat (IJB) Gubernur Papua Kepala BIN , Pangdam Cendrawasih, Polda Papua segera bertanggung Jawab atas penculikan Ketua KNPB Wilayah Sorong MARTIMUS YOHAME;
2.      Kami seluruh Pengurus dan KNPB wilayah sorong sampai merauke mendesak kepada Pangdam Polda Paua Kepala Bin Kopasus Segera kembalikan Ketua KNPB Wilayah Sorong Martinus Yohame sebelum tanggal 1 September 2014;
3.       Aparat TNI/POLRI, BIN, KOPASUS dan Intelejen Indonesia segera hetikan penculikan, Penagkapan, Teror Intimindasi Terhadap Seluruh Aktivis KNPB sorong sampai Merauke dan Semua Mahasiswa Papua di luar Papua;
4.      Mendesak Kapolres dan Dandim wilayah sorong segera bertanggung Jawab untuk mengungkap pelaku pembunuhan dan penculikan terhadap ketua KNPB wilaya Sorong Martinus Yohame.
5.      Kami juga mendesak kepada Semua pelayan umat “ Pendeta, Pastor, ulama, dan pantita atau Semua pihak Agama Kristen Protestan, Katolik, Agama Islam Hindu, dan Budha yang ada di seluruh Tanah Papua Mehon melihat dan Membatasi Pembunuhan Umatmu di Tanah Papua dari dulu sampai dengan Pembunuhan misterius Ketua KNPB Sorong Martinus Yohame di Sorong Provinsi Papua Barat.
6.      Mendesak Kepada Amesti Internasional, KOMNAS HAM Pusat dan Papua dan lembaga kemanusiaan lainya segera lakukan penjelidikan terhadap Penculikan Ketua KNPB wilayah Sorong Martinus Yohame.

Demikian atas kronoligis dan sikap politik kami tak lupa Allah Moyang Bangsa Papua dari sorong sampai samarai dan sekaligus dukungan doa partisipasinya dalam duka Nasional diucapkan terima kasih Wa....wa,.....

Tomohon 28 Agustus 2014 Hormat Kami Badan Pengurus Komite Nasional Papua Barat KNPB Konsulat Indonesia Tengah dan Solidaritas Pemuda, Mahasiswa, Mahasiswi dan Masyarakat Papua Di Manado Sulawesi Utara. HISKIA MEAGE S.Sos Kordinator Duka Nasional - Ket Knpb Konsulat Tembusan Yang Terhormat 1) Intelkam Polresta Manado Sulawesi Utara 2). Kasat Intel polres Tomohon Kota Tomohon Sulawesi Utara 3) Polsek kota Tomohon tengah , kota Tomohon SULUT. 4) Kepala Desa Kingkungan III. Kota Tomohon Sulut. 5) Sinode GMIM di Minahasa Sulut. TERLAMPIR DENGAN FOTO DUKA NASIONAL. (Albert.K)


Posted in: | Wednesday, September 3, 2014


Korban Anggota KNPB & Mahasiswa Uncen: / 02/09/ 2014
JAYAPURA, KNPBnews  - - Pada tgl, 02 SEBTEMBER 2014. Anggota TNI pos penjagan di Perumnas III waena menikam seorang mahasiswa atas Nama RIGO WENDA ditikam mengunakan pisok sangkur milik TNI hingga kini kritis di rumah sakit dianharapan perumnas III waena.
Penikaman terhadap Rigo Wenda Mahasiswa yang merupakan Anggota KNPB ini ditikam oleh TNI pada hari ini selasa 02 Sebtember 2014 pada pukul 04.00 WPB subu ditikam oleh TNI yang bertugas di Perumnas III waena hingga saat ini kritis di Rumah sakit sedang pasang Infus dan Oksigen karena korban tidak bias bernafas akibat penikaman yang dilakukan oleh TNI tersebut.
Kejadian itu terjadi pada pukul 04.00 WPB RIGO WENDA bersama Adik menggunakan motor keluar hendak membeli rook di sebuah perumnas III waena namun, namun kios yang di perumnas III tutup sehingga mereka menggunakan motor ke perumnas II. Kemudia setelah beli surya 16 satu bungkus setelah itu mereka balik, tepatnya di somel Perumnas III korban RIGO WENDA turun dari Motor lalu naik jalan Kaki pas tiba di Depan Pos Penjagaan TNI itu tiba –tiba anggota TNI keluar Koroyok Rigo Wenda dan adiknya.
Anggota TNI yang bertugas di perumnas tiga tersebut menghadag korban lalu melakukan penikaman ntanpa alasan yang jelas, atas Penikaman oleh anggota TNI itu Rigo Wenda Megalami Luka dip aha sebela kanan, penikaman benda tajam di bawa Lutut, kemudian mereka menikam korban di perut hingga tali perut keliar, kemudian menikam korban di dada lurus degan jantung hingga kini tidak Bisa bernafa. Bukan hanya itu para Anggota TNI itu juga menikam korban di teliga hingga teliga Sobek, kemudian Memukul korban dengan Pantat senjata di otak belakang.
Rigo Wena Adalah Anggota KNPB Pusat dan juga Mahasiswa Uncen yang tinggal di asrama Rusenawa, bukan hanya Rigo Wenda yang Menjadi korban namun Adiknya merupakan mahasiswa Uncen yang bersama –sama dengan Rigo Wenda juga ditikam di kaki sebela kiri menggunakan sanggur oleh anggota TNI di pos penjagaan itu.
Untuk melihat hal tersebut sejumlah Mahasiswa penghuni asrama Uncen Unit satu sampai Unit Enam dan Penghuni Asrama rusenawa sekitar Pukul 05 memalang jalan Alternatif dari perumnas III menuju Entrop dan kampus Uncen dipalang sehingga Aktibitas Perkuliahan tidak Berjalan sampai saat ini.
Saat ini semua mahasiswa uncen bersama Mayarakat yang berdomisili di perumnas III waena sedang melakukan Aksi demo di gapura uncen memita pangdan dan Polda Papua hadir untuk mempertanggung jawabkan Perbuatan anggota. (Admin, KNPB & SW)


Korban Anggota KNPB atas Nama: RIGO WENDA bersama Adikya






Sumber: knpbnews.com
Posted in: | Monday, September 1, 2014
(Iliustrasi :anak anak papua belajar diluar sekolah:Foto sumber www.indonesiraya.com/ist)
Ringkasan Bahan Materi Refleksi Untuk Para Pemerhati Pendidikan di Papua

Jikalau kita melihat informasih yang beredar di media massa maupun online saat ini tentang topik tentang “PAPUA MEMBUTUHKAN GURU ” . Kita bisa dapat menelusuri di beberapa website komersial maupun pribadi atau kita dapat mendengar dari perkataan orang yang memang peka terhadap masalah pendidikan yang terjadi di Papua saat ini .

Teransparan saja , saya merasa senang melihat dan mendengar beberapa orang dari kalangan mahasiswa asli Papua, membahas masalah kekurangan guru yang merupakan prioritas utama yang serius di perhatikan sepenuhnya oleh pemerintah di tanah Papua. Guru yang ideal adalah guru yang mempunyai gelar dan memiliki kualitas dan kuantitas sebagai guru dan memiliki keahlian yang profesional dibidang tertentu ,untuk membina dan memebentuk kader SDM OAP yang memadai.

Tetapi dengan melihat kondisi Papua saat ini saya mempunyai pemikiran tersendiri mengenai pola pikir orang lain tentang ,untuk menjadi guru harus bergelar S.Pd. Namun Saya berpikir bahwa untuk menjadi guru tidak harus lulusan S.Pd. tetapi dari lulusan gelar SE, SH, ST, S.Farm, S.IP, S.Sos, S.S, S.Psik, SK, M. Kes, MM, MA, Dr, dr, Ir, Prof, Ex. Kuliah (pernah kuliah), Ex. SMA (Pernah SMA), atau S yang lainya,itu bisa menjadi guru asalkan bisa berkarya dengan hati.

Nah,jikalau kita merasa Papua kekurangan tenaga pengajar ,maka saudara/ri asli papua yang berminta mengajar dn mendidik ,silahkan berkarya karena menjadi guru tidak harus S.Pd. Semua orang yang punya keprihatinan dan mau bekerja dengan hati serta mau berkarya dengan sungguh-sungguh ,makadialah yang bisa kitakan sebagai Guru sejati. Karena belum tentu orang yang bergelar S.Pd akan mengajar dengan hati yang murni dan membangun.

Sekarang tantangan bagi S.Pd adalah apakah sudah menjadi guru yang benar-benar guru ataukah hanya sebatas gelar S.Pd saja. Metode mengajar yang tepat dan bekerja dengan hati untuk membangun dialah yang berkualitas untuk menjadi guru sejati khususnya di Papua.

Anak-anak Papua tidak butuh banyak teori tapi sedikit teori dan banyak praktek. Apa yang kamu punya berikanlah kepada mereka yang membutuhkan. Tidak perlu banyak, karena sekecil apapun sumbangan kita itu sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan walaupun hanya mengajar baca, tulis, menghitung, menyanyi, dan memberikan motivasi untuk berkembang dan mandiri.

Saya tidak mengajak semua sarjana menjadi guru tapi harapanya ini bisa menjadi refleksi kita bersama. Mari kita bersama bangun dan tingkatkan manusia Papua yang lebih baik dengan cara kita. jika memang kita merefleksikan dengan kalimat “PAPUA MEMBUTUHKAN GURU” juga menjadi keprihatinanmu. Hmm…....cukup berat sekali bagi saya untuk merefleksikan beban ini, tapi pasti kita masing-masing memiliki jawaban terbaik. Salam juang__!!!

Penulis Kodeboy’s (Frans Pekey 26/08/14)




Posted in: , , , , | Sunday, August 31, 2014
Foto: Almarhum Ketua KNPB Sorong, Martinus Yohame. Diculik dan dibunuh/Dok. KNPB

KRONOLOGIS PENCULIKAN

Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong, MARTINUS YOHAME menghilang secara misterius pada tanggal 20 Agustus 2014.


Sebelumnya Martinus Yohame Ketua KNPB wilayah Sorong bersama pengurus lainya pada tanggal 19 Agustus 2014 mengadakan konfrensi press pada pukul 15.00 WPB di depan kantor Wali kota sorong terkait dengan kedatangan Presiden Republik Indonesi Susilo Bambang Yudoyono (SBY) di tanah Papua, pada umumnya dan lebih khusus di wilayah Sorong dalam rangka acara Pembukaan Sail Raja Ampat di Waisai, Sabtu 23 Agustus 2014.

Sekaligus juga menolak Ilegal Logging, kekayaan alam Papua dan pembangunan Bahari Wisata Duni di Raja Ampat sebab dinilai pencurian dan merusak ekositem hutan di papua tidak menguntugkan milik tanah dan sumber daya alam dari seluruh rakyat bangsa Papua.

Pada Pukul 03.15 WPB, selesai jumpa press berapa Saat kemudian, seorang perempuan telfon kepada ketua KNPB sorong. Lebih lanjut perempuan itu mengatakan bahwa kami dari komnasham Jakarta, mau bertemu.

Beberapa saat kemudian mereka datang menemui ketua KNPB dan rombonganya di depan kantor Wali Kota sorong dengan mengunakan mobil avanza warna merah, di dalamnya ditumpangi satu orang laki-laki dengan menggunakan Handycam besar merek Canon, lalu mengajak Ketua KNPB bersama mereka menuju ke toko Mega Mall sorong, KM 9 sorong.

Kemudian perempuan tersebut menyuruh mereka makan di salah satu tempat makan/warung di samping Toko Mega Mal KM 9 Sorong Papua Barat.
Sambil makan mereka melakukan pertemuan, entah apa yang mereka bicarakan dalam pertemuan tersebut.
Sebelum bubar dari perempuan itu mereka baku tukar nomor HP dan perkenalan.

Mereka mengaku bahwa Mereka dari Komnas HAM di Jakarata. Kemudian perempuan itu lebih lanjut mengatakan bahwa pertemuan berikut kami akan lanjut pada hari rabu 20 Agustus dan kami akan kontak.

Selanjutnya, mereka melakukan komunikasi melalui Via tlp/SMS, sampai dengan terakhir pada hari Rabu tanggal 20 Agustus Pukul 12.00 WPB, Malam.

KRONOLOGIS PEMBUNUHAN Pada hari selasa tanggal 26 Agustus 2014, Martinus Yohame telah diantar oleh pihak Kepolisian Indonesia ke Rumah Sakit Umum di jalan baru sorong, kondisi tidak bernyawa.


Setelah polisi melepaskan mayat almarhum Martinus Yohame di Rumah Sakit, mereka juga melakukan upaya untuk mempersiapkan peti mayat untuk almarhum tanpa sepengetahuan keluarga korban.

Setelah polisi melepaskan mayat di rumah sakit umum lalu petugas kesehatan datang membersikan almarhum Martinus Yohame dengan berlumuran dara.

Pada hari Selasa 26 Agustus 2014 Pukul 03:25 WPB, petugas di rumah sakit mengamankan mayat di kamar mayat lalu mereka melakukan mis komunikasi untuk melihat mayatnya siapa dia yang sebenarnya.


Kami menemukan Almarhum di Kamar mayat dengan barang bukti seperti tali penikam, satu buah, karung goni dua buah dan sarung milik Tim SAR.

Dengan demikian Penculikan dan pembunuhan Ketua KNPB wilayh sorong raya adalah benar-benar yang dilakukan oleh TNI/Polri Republik Indonesia. Karena kejadian ini terjdi pada saat kunjuangan Kepala Negara Indonesia SBY di papua.

Hasil otopsi Jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan, pada Selasa pagi (26/8) sekitar 07.00 WPB. mengapung di pesisir Pulau Nana, tidak jauh dari Kawasan Pulau Dom, Distrik Sorong, Kepulauan Kota Sorong.

Saat ditemukan, jasad Martinus dalam keadaan terikat erat di dalam karung.

Menurut hasil Visum yang dilakukan tim identifikasi rumah sakit umum Kota Sorong, ditemukan sebuah luka tembak di dada sebelah kiri, wajah korban juga hancur oleh pukulan benda keras.

“Kami temukan ada luka tembakan di dada kiri, dia punya muka hancur “ ungkap Yori petugas RSUD Sorong.

Kedua kaki dan dan tangan korban juga dalam posisi terikat, diduga jasadnya akan ditenggelamkan ke Laut.
Kami sampaikan kepada Dunia Internasional bahwa Kujungan SBY membawa pengorbanan malapetaka terhadap rakyat bangsa Papua Barat. Maka kami mohon dukungan internasional terhadap rakyat bangsa Papua Barat.

Oleh
BADAN PENGURUS PUSAT, KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (BPP-KNPB), AGUS KOSAY (Ketua I) dan ONES SUHUNIAP (Sekertaris Umum)




FOTO ALMARHUM KETUA KNPB SORONG, MARTINUS YOHAME
 
 
 
Posted in: , , , , | Wednesday, August 27, 2014

Music (Suara Kriting)

Followers