Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News


KOBOGAUNEWS, Yogyakarta
 --- Mantang ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta Roy Karoba, Serua Klonial Indonesia atas nama AMP setiap kepada NKRI itu lagu lama , AMP tidak akan terpengaru dengan segala bentuk tindakan berupa seruan maupun tindakan nyata , AMP akan terus bersuara untuk menyampaikan aspirasi Rakyat Papua sampai Papua Merdeka di negerimu Klonial Indonesia. ( Senin . 21/07/2014) malam.

Pesan singkat yang di terima oleh www.kobogaunews.com malam ini,  Roy Karoba , mengatakan,’  Untuk  seluruh Rakyat Papua dan Rakyat Indonesia di Yogyakarta bahawa seruang yang berjudul “”SERUAN DAN PENYESALAN’’ atas namakan AMP  yang disebarkan di kota Yogyakarta pada tanggal 20 juli 2014 kemaring bukan dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta, tetapi, dari kaki tangan klonial Indonesia untuk mengagalkan perjuangan rakyat papua yang terus disuarakan oleh AMP Se-Jawan dan Bali, AMP  membicarakan  Hak Penetuan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakayat Papua Barat . 

Untuk Itu, kepada semua kawan-kawan diharapkan agar tidak perlu terpengaruh dengan selebaran yang dibuat dan disebar luaskan oleh oknum yang jelas-jelas adalah anjing-anjing Negara Kolonial ini. “ Tegas Karoba.

Menurut ,Ketua AMP Komite Kota Yogyakarta Jefry Wendan , Kami AMP akan tetap berada pada garis yang sama dan tidak akan pernah berhenti berjuang hingga kemerdekan Rakyat Papua  itu kita capai bersama.
Isi Seruan Teros Klonial Indonesia di Yogyakarta


Judul ‘Seruan dan Penyesalan”, Kami AMP Yogyakarta mulai menyadari dan mengajak rekan-rekan semua untuk bangkit lagi bangga menjadi warga NKRI ayo kita buktikan dengan belajar yang baik untuk membangun masa depan.

 
Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jakarta, Jawa dan Bali, ROY KAROBA
Isi singkat seruan teror yang dikeluarkan oleh klonial indonesia di Yogyakarta.lebi lengkap di foto yang telah di cantunkan diatas.  (Atmin KOBOGAUNEWS/ W Kobogau)
SUMBER: http://suarakolaitaga.blogspot.com/
Posted in: , | Monday, July 21, 2014

Selanjutnya, Boikot HUT Kemerdekaan RI (17 Agustus 2014) di West Papua!
Keberhasilan boikot Pilpres Indonesia diatas teritori West Papua adalah manifestasi dari sikap anti kolonialisme yang dilakukan secara sadar oleh rakyat West Papua. Boikot kita selanjutnya adalah terhadap perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-69 diatas teritori West Papua.
Sudah setengah abad lebih kita dipaksa memiliki ideologi dan nasionalisme Indonesia yang tidak pernah diwariskan atau dilahirkan oleh leluhur kita. Kita tahu, kita tidak pernah dimasukan, apalagi ikut serta, dalam sejarah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Bangsa Papua tidak pernah ada dalam sejarah pembentukan negara yang bernama Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya kita bersikap menolak! Menolak segala menipulasi dan hegemoni kolonial Indonesia.
Kami menyeruhkan kepada rakyat West Papua, yang ada diatas teritori West Papua, maupun diluar West Papua, agar tidak ikut serta menyukseskan, apalagi merayakan, kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsa yang bermartabat, kita juga tetap menghargai dan tidak mengganggu perayaan kemerdekaan mereka (bangsa Indonesia) pada 17 Agustus mendatang. Dan sebaliknya, Indonesia harus menghargai sikap bangsa Papua untuk boikot HUT RI di West Papua.
Kami menyerukan kepada segenap rakyat West Papua agar mengajak dan mengajar kebenaran sejarah kepada sesama keluarga, suku dan bangsamu bahwa bangsa Papua memiliki sejarah kemerdekaannya sendiri tanpa Indonesia. Dengan demikian, rakyat tidak lagi dihasut, dibodohi, atau disogok untuk terlibat secara terus menerus dalam perayaan kemerdekaan 17 Agustus.
Sudah waktunya kita menunjukkan sejarah yang benar kepada penguasa kolonial Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia bahwa bangsa Papua siap untuk bernegara sendiri, berlandaskan pada ideologi dan nasionalismenya sendiri. Penolakan terhadap pendudukan kolonial Indonesia dan segala praktek penjajahannya harus dilakukan dengan sikap boikot tanpa kekerasan.
Kita harus mengakhiri!
Dikeluarkan di Port Numbay, 19 Juli 2014

Victor F. Yeimo
Ketua KNPB


Tembusan kepada:
1.           Buchtar Tabuni, Ketua Parlemen Nasional West Papua [PNWP]
2.           Ketua-Ketua Parlemen Rakyat Daerah di West Papua
3.           Benny Wenda, Koordinator Diplomat Internasional bagi West Papua
4.           Goliat Tabuni, Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN.PB)






WWW. KNPBNEWS.COM
Posted in: | Saturday, July 19, 2014




TIMIKA-- Pada tanggal 17 juli 2014 kemarin, aksi damai digelar oleh rakyat Papua dimediasi oleh Komite Nasional Papua barat (KNPB), dan dipertanggungjawab lembaga Politik oleh Parlemen Rakyat Daerah (PRD). 
 
Ternyata Polisi menangkap 25 Aktivis. setelah  dicek dan diselidiki ulang semua anggota yang ditangkap maka  KNPB-PRD dibenarkan ternyata ada 25 orang. terdiri dari 16 laki-laki, 5 Mama Papua, 4 lainnya anak kecil, dibawah umur. kemarin tanggal 17 juli 2014 malam pukul 12 Wpb, 24 orang dibebaskan, kecuali Ketua Sektor SP 13 Lison Tabuni masih Proses Hukum di tahan Polres Timika Mile 32.
 
Selanjutnya barang-barang yang disita oleh pihak Polisi untuk dapat dikembalikan diantarnya adalah, 1.Bilim Wenda ( Hp Satu Buah), 2. Sem Tabuni (( Hp Satu Buah), 3. Efri Tabuni ( Hp Satu Buah), 4. Leson Tabuni ( Hp Satu Buah), 5. Neles Tabuni ( Hp Satu Buah Dan Satu Motor), 6. Lasarus Tabuni (Hp Satu Buah), 7. Ismael Wenda (Hp Satu Buah), 8. Yandoa Tabuni ( Hp Satu Buah), 9. Nius Tabuni ( Hp Satu Buah), 10. Amerina Tabuni ( Hp Satu Buah Dan Satu Motor), 11. Lepina Wenda (Hp Satu Buah), 12. Ev. Mirius Wenda ( Hp Satu Buah), 13. Diana Wenda (Hp Satu Buah), 14. Merlin Wenda ( Hp Satu Buah) 15. Linto Kossay ( Hp Satu Buah) 16. Wenemuk Kogoya ( Hp Satu Buah), 17. Stepanus Koga ( Hp Satu Buah), 18. Lerius Daby ( Hp Satu Buah), Dan 19. Kendi Edowai ( Hp Satu Buah Dan Satu Motor)
 
Tadi pagi perwakilan Keluarga, KNPB dan PRD naik ke Polres Mimika Mil 32, dengan tujuan menjemput Lison Tabuni,  dan mengajukan surat pengaduan penangkapan barang-barang yang disita saat penangkapan oleh Pihak Militer.
 
Namun pihak Kepolisian menyatakan bahwa sementara Lesson Tabuni kami masih tahan karena harus introgasi dengan Kapolres, pak kapolres lagi  masih di jayapura, ketika Kapolres tiba hari senin di Timika hari selasa minggu depan akan diperiksa introgasi lalu hari rabu minggu depan keluarga bisa datang jemput, kata Agus Karowa.
 
“Kemudian mengangkut dengan barang-barang barang-barang sitaan oleh  pihak kepolisian tidak bicara dan tidak jelas”
 
 Tujuan aksi damai kemarin, adalah untuk menyampaikan aspirasi rakyat, yang pertama Indonesia membuka ruang demokrasi seluas-lausna bagi rakyat papua, yang kedua adalah membebaskan Tapol-Napol Papua, kemudian yang Ketiga adalah Hapuskan daftar Pencarian Orang (DPO) kepada Tn.Buctar Tabuni selaku Ketua umum Parlemen Nasional West Papua (PNWP).
 
Polisi menghadang masa dari SP 13 yang berjalan Kaki sampai SP 03 Aman, tapi tiba di SP 02 Tim gabungan TNI-Polri menghadang Massa aksi lalu mereka menangkap, memukul dinyita barang-barang, sebanyak kurang lebih 25 orang diantaranya adalah 16 orang laki-laki, 5 orang Perempuan, 4 orang anak kecil dibawah umur.
 
Berikut Nama- nama yang ditahan adalah: 1. Neles Tabuni, 2. Ismael Wenda 3. Bilim Wenda, 4. Lasarus Kogoya, 5. Yandoa Tabuni, 6. Amerina Tabuni, 7. Efri Tabuni, 8. Merlin Wenda, 9. Sem Tabuni, 10. Eliana Tabuni, 11. Lepina Wenda, 12. Nius Tabuni, 13. Ev. Mirius Wenda, 14. Kendi Keoway, 15. Sole Tabuni, 16. Linto Kossay, 17. Stevanus Koga, 18. Alfa Tabuni, 19. Jekson Tabuni, 20. Rani Wenda, 21. Tinggris Tabuni, 22. Leson Tabuni Ketua Knpb Sektor Sp 13, 23. Lerius Wenda, 24. Wenemuk Kogoya, 25. Diana Wenda. 
 
Kemudian 24 orang dibebaskan satu diantaranya yitu LESON TABUNI masih tahan sampai hari ini. Saat pemeriksaan diantaranya 24 orang ketua sektor SP 13 mengaku bahwa saya adalah ketua sektor SP 13 dan saya yang dipimpin aksi turun jalan dari SP 13 menuju titik pusat aksi Kantor DPRD Timika, kata saat di pemeriksaan selama 6 jam yaitu mulai dari 10:00Wp-Pukul 15.00 Wp sore.
 
Hingga saat ini masih tahan Polisi, dengan alasan tentang Perkara tindak Pidana Kejahatan terhadap ketertian umum (penghasutan) pasal 160 KUHP. Pada hal Polisi mengijinkan Aksi damai.
 
Dan kesepakatan antara Jutaan massa aksi, DPRD, Polisi, KNPB dan PRD di halaman kantor DPR Mimika. Menyampaikan bawah ke 25 orang yang ditangkap itu hanya diamankan saja dan akan dipulangkan memintah keterangan katanya, Agus Karowa selaku Wakapolres Mimika.
 
Sesuai dengan Kesepakatan lisan di depan Halaman Kantor DPR, maka kami KNPB & PRD, Polisi dan DPRD Mimika bertanggung jawab atas kesepakatan secara lisan yang disampaikan kemarin. Dengan itu ada satu Orang atas nama Lesson tabuni yang Polisi masih tahan di polres Mimika Mil 32. Maka segerah bebaskan.
 
Dengan alasan ini, maka keluarga Lesson tabuni memohon harus dibebaskan karena 24 orang sudah bebas kenapa? Dia masih tahan.
 
Jika Lesson Tabuni, pada hari rabu tidak dibebaskan maka, keluarga bersama Ribuan Masa KNPB dan PRD wilayah Timika akan Aksi jalan kaki dari Timika ke kantor Polres Mimika Mil 32, hal itu disampaikan oleh keluarga Lesson Tabuni. 
 
(Un/Admin)
Sumber: knpbnews/Timika
umaginews



KRONOLOGIS  LENGKAP 25 AKTIVIS DITAHAN MILITER DAN AKSI DAMAI KNPB & PRD TIMIKA 17 JULI 2014

A.    KRONOLOGIS 25 ORANG AKTIVIS DIHADANG DITANGKAP, DIPUKUL OLEH ANGGOTA TENTARA, BRIMOD, INTELJEN.  

Sesuai dengan arahan melalui seruan aksi yang dibagikan oleh KNPB-PRD wilayah Timika, bahwa aksi damai akan gelar pada tanggal 17 juli 2014, maka masa dari , SP 13 mulai, jalan kaki sampai SP II di hadang oleh Militer Indonesia,  pada akhirnya Tim Gabungan Tni-Polri Indonesia memukul mengita dan ditangkap 25 Aktivis. 

Sebelumnya dikabarkan bawah ada 24 orang ditangkap. Namun dicek dan diselidiki ulang semua anggota yang ditangkap maka  KNPB-PRD dibenarkan ternyata ada 25 orang. terdiri dari 16 laki-laki, 5 Mama Papua, 4 lainnya anak kecil, dibawah umur. kemarin tanggal 17 juli 2014 malam pukul 12 Wpb, 24 orang dibebaskan, kecuali Ketua Sektor SP 13 Lison Tabuni masih Proses Hukum di tahan Polres Timika Mile 32.

KRONOLOGIS 25 ORANG AKTIVIS

Pada pukul 07.30 Wpb,  masa aksi  mulai bergerak awal star dari SP 13 menuju  ke kantor DPRD sepanjang Jalan SP 13 sampai Sp III aman-aman saja, tetapi sampai SP II  lampu merah depan pasar masa dari sektor SP 13 di hadang oleh tim gabungan Militer Indonesia.

Pada Pukul 08.00 Wpb, sebelum ditangkap pihak Militer Indonesia dalam hal tentara dan Polisi serta Inteljen melakukan pemukulan penyiksaan terhadap mama Papua dan anak kecil yang ikut aksi, lebih para yang dilakukan adalah laki-laki dewasa mereka mengancam memukul dengan popor senjata milik Negara Indonesia.

Saat penangkapan polisi melakukan pemukulan pake popor senjata sehingga 4 orang anggota aktivis luka-luka berat dan darah mengalir,  di muka, telingah kepala adalah antara lain;
1.      Lasarus tabuni  luka dimuka
  1.  Lasarus tabuni  luka dimuka
  2. 2 Leson  Tabuni luka di muka
  3.  Bilem Wenda Luka di mata
  4. Ismael Wenda luka di telinga
  5. Dan  lainnya bagian badan
Pada pukul 09:00 Wpb, Saat penangkapan Pihak militer disita Uang Dompet, Handphone spanduk megavon beberapa motor ditahan. Setelah itu semua dinaikan di Truk  dan Mobil Lapas langsung naik  mobil dan truk dalmas milik Polres 32 Mimika.

Ditangkap Militer Indonesia adalah 5 orang mama Papua, 4 orang dibawah umur (anak kecil) 17 laki-laki. Barang-barang mereka di sita habis-habis oleh kepolisian Indonesia

Nama- nama yang ditahan adalah: 1. Neles Tabuni, 2. Ismael Wenda 3. Bilim Wenda, 4. Lasarus Kogoya, 5. Yandoa Tabuni, 6. Amerina Tabuni, 7. Efri Tabuni,  8. Merlin Wenda, 9.  Sem Tabuni, 10. Eliana Tabuni, 11. Lepina Wenda, 12. Nius Tabuni, 13. Ev. Mirius Wenda, 14. Kendi Keoway, 15. Sole Tabuni, 16. Linto Kossay, 17.  Stevanus Koga, 18. Alfa Tabuni, 19. Jekson Tabuni, 20. Rani Wenda, 21. Tinggris  Tabuni, 22.                 Leson Tabuni Ketua Knpb Sektor  Sp 13,  23. Lerius Wenda, 24. Wenemuk Kogoya,  25. Diana Wenda.




B.     KESAKSIAN  KEJADIAN 25 AKTIVIS KNPB YANG DITAHAN OLEH POLISI

Diantaranya 25 aktivis adalah 5 orang mama Papua, 4 orang dibawah umur (anak kecil) 17 laki-laki. Barang-barang mereka di sita habis-habis oleh kepolisian Indonesia. Bararng-barang itu tersebut adalah Dompet Motor HP dan lain-lain. 

Ini adalah kesaksian keterangan mereka saat 24 orang aktivis dibebaskan pada 17 juli 2014 pukul 12.00 WPB malam.
1.      Nama              : Neles Tabuni
             Umur             : 29 Tahun
Keterangan    : Setelah kami masa aksi tiba di sp 02 dari pihak TNI, dan POLRI serta inteljen menahan kami lalu, mereka tanya gambar yang ada di spanduk, panflet dan lain-lain, setelah itu, Ditampar di bagian pipi lalu, pukul di bagian hidung Lalu, mereka membawah ke kapolres 32 setelah itu, mereka memeriksa semuanya. Tetapi  pemeriksaan selagi lakukan juga pun mereka memukul lalu Tanya. Handphone polisi belum kembalikan, kami keluarkan dari polres 32 pukul 12.00 Wpb.

2.      Nama              : ISMAEL WENDA
             Umur             : 29 TAHUN
Keterangan    : Dari  SP 13 menuju ke tempat aksi kami tiba di SP 02 lalu, kami di tangkap oleh pihak keamanan TNI, dan POLRI setelah sampai di depan pasar SP 02, TNI Dan POLRI memukul dengan ujung mulut senjata di bagian telinga lalu, tendang juga tulang belakan. Sampai saat ini masih terasa sakit. kami keluarkan dari polres 32 pukul 12.00 Wpb.

3.      Nama              : BILEM WENDA
            Umur              : 23 TAHUN
Keterangan    : Kami depan pasar SP 02  pihak  keamanan Tni-Polri memukul dengan ujung mulut senjata di bagian testa lalu, dapat pukul juga di tulang belakan lalu sampai di 32 dapat pukul juga setelah pemeriksaan suruh buka telanjang. Lalu, dari pihak kepolisian mereka mengeluarkan alcohol lalu mereka tuang di dalam hidung. Pipi  dan dahi saya masih terasa sakit.


4.      Nama              : LASARUS KOGOYA
            Umur              : 24 TAHUN
Keterangan: Setelah mereka membuka baleo katanya suruh jelaskan Menagancamnya kepada nama tersebut diatas bahwa, segerah membuka bale, lalu kata lasarus bahwa ,mengapa saya putra daerah memangnya saya ras putih jadi saya mau ke Jawa ka, kata lasarus dari pihak kepolisian memukulnya lalu, mereka menarik seperti binatang. Lalu setelah sampai di Polres 32 pun disiksa.
  

5.      Nama              : YANDOA TABUNI
            Umur              : 39 TAHUN
Keterangan: Tiba di SP 02 depa pasar, dari pihak kepolisian tanya kepada saya tentang baleo dan aksi dari pihak keamanan, TNI dan POLRI menampar saya di bagian telinga dan memukul pake hulu senjata di bagian belakan. Dipukul diinjak-injak dikoroyok belasan anggota lalu mereka membawah kami di Polres 32, sampai Polres kami suru buka maju dan Jalan jongkok masuk ke kantor untuk Pemeriksaan.

6.       Nama             : AMERINA TABUNI
             Umur             : 23 TAHUN
Keterangan    : Kami masa aksi sampai SP 02, dari pihak keamanan memukul kepada komandan-komandan saya merasa sedih lalu, saya juga mengambil tindakan  meawan dengan Polisi”kenapa kalian tahan dan pukul kami kami hanya aksi damai menyampaikan aspirasi” saya angkat batu dan lempar kepada Polisi, kemudian Polisi tangkap saya ditarik sambil memukul saya dengan ujung senjata 3 kali di bagian belakan dapat tampar di bagian pipi, mereka membawah saya ke Polres 32 pun nanti tiba di kapolres 32 juga memukulnya menendang saya pake sepatu di bagian kaki paha saya.

7.      Nama              : EFRI TABUNI
            Umur              : 16 TAHUN
Keterangan    : Dari pihak keamanan kepolisian memukul saya di bagian bahu lalu, dapat tampar setelah dapat tampar mereka dorong saya dan saya jatuh. Setelah itu, mereka membawa ke kantor polres Mimika  sampai di Polres 32 pun mereka memukul.
         
8.      Nama              : MERLIN WENDA
            Umur              : 32 TAHUN
Keterangan    : Dapat memukul dan tarik di telinga oleh pihak kepolisian lalu dorong saya dengan anak saya Jekson Tabuni Umur satu tahun enam bulan. Sampai malam jam 12 baru kami pulang.

9.      Nama              : SEM TABUNI
            Umur              : 40 TAHUN
Keterangan    : Saya hanya ditangkap dan  tidak memukul oleh pihak manapun hanya menangkap lalu suruh naik di truck Tahanan bawah ke Polres 32 untuk pemeriksaan, lalu mereka Tanya kenapa kamu ikut aksi saya jawab kami diantar seruan aksi jadi kita ikut aksi saya sampaikan begitu.

10.  Nama              : ERIANA TABUNI
            Umur              : 24 TAHUN
Keterangan: Sayas tidak memukul oleh pihak manapun hanya menangkap lalu suruh naik di truck Tahanan bersama anaknya Rani Wenda yang berumur 2 tahun 8 bulan.kami di tahan diperiksa mulai dari jam 09.00 sampai jam 12.00Wpb, baru kami dibebaskan.
         
11.  Nama              : LEPINA WENDA
            Umur              : 32 TAHUN
Keterangan    : Saya saat di tangkap Intel dan Polisi memukul setelah itu  menangkap lalu suruh naik di truck Tahanan bersama anaknya yang berumur 2 tahun Tinnggris Tabuni. Sampai Polres Polisi Tanya suami kamu kerja dimana, saya jawab suami saya hanya Petani

12.  Nama              : NIUS TABUNI
            Umur              : 27 TAHUN
Keterangan    : Setelah kami tiba di SP 02 dari pihak TNI dan POLRI  tidak memukul, tapi HP Kamera saya disita dan saat kami keluar polisi tidak kasih kembali.

13.  Nama              : EV. MIRIUS WENDA
            Umur              : 25 TAHUN
Keterangan    : Setelah kami tiba di SP 02 dari pihak TNI dan POLRI  tidak memukul, tapi HP  saya disita uang Rp. 50.000; mereka ambil. kemudian saat kami keluar polisi tidak kasih kembali.

14.  Nama              : Kendi Edowai
            Umur              : 25 Tahun
Keterangan    : Saya bersama masa aksi tiba di SP 02 pihak kepolisian menampar di muka, memukul di bagian belakan setelah itu, pukul lagi di badan,  mereka menangkap saya lalu mereka bawah ke Polres 32, tiba di Polres 32 juga mereka memukul lalu, mereka, suruh membuka pakian lalu, jemur di matahari selama 01 jam, kita disuruh membuka perhiasan di badan setelah itu mereka,mengambil data/status satu per satu diancam dengan suara keras.
          
15.  Nama              : SOLE TABUNI
            Umur              : 25 TAHUN
Keterangan    : Di SP 02 dari pihak TNI dan POLRI  menahan di bagian leher sampai leher sakit setelah mereka menarik leher lalu, disuruh naik di truk tahanan , tiba di polres juga POLRI  memukul di bagian panta memakai kayu sampai suruh tiarad. Mereka tahan kita sampai jam 12:00 kami dibebaskan.
      
16.  Nama              : LINTO KOSSAY
            Umur              : 24 Tahun
Keterangan    : Pihak TNI-POLRI dan Intel Emosi  memukul pake ujung senjata di kepala lalu, kepala bocor,  darah mengalir mereka menampar di testa. setelah itu mereka membawah kami ke  kantor Polres Mimika mil 32. jam 12:00 kami dibebaskan

17.  Nama              : STEVANUS KOGA
            Umur              : 20 TAHUN
Keterangan    : Mereka memukul di muka, saya agak pusing setelah itu,,mereka menendang saya di dada saya jatu, setelah jatu mereka menyuruh saya naik di truk tahanan. mereka membawah saya ke kantor Polres Mimika mi 32, tiba di 32 mereka menyuruh saya  untuk jalan kodok dari pos penjagahan sampai masuk ke dalam. Tiba di dalam mereka menyuruh untuk membuka baju jemur di matahari ,disuruh untuk membuka perhiasan di badan. jam 12:00 kami dibebaskan.

18.  Nama              : ALFA TABUNI
            Umur              : 2 TAHUN
Keterangan    : Polisi menangkap Alfa, bersama Orang tua mamanya sampai masuk Penjara  Polres 32, mulai jam 09.00- jam 12:00 Wpb kami dibebaskan.

19.   Nama             :  JEKSON TABUNI
            Umur              : 1 TAHUN 6 BULAN
Keterangan    : Jekson ditangkap Polisi bersama orang tuana  Merlin Wenda di SP 02. Polisi dan intel menahan suruh naik ke truk Polisi, di Penjara  Polres 32 kami  ditahan di siksa dicaci maki oleh anggota Polisi.

20.  Nama              :  RANI WENDA
            Umur              : 2 TAHUN
Keterangan    :  Polisi menangkap Rani  bersama Orang tua mamanya sampai masuk Penjara  Polres 32, kami di tahan sekitar 20 jam dalam tahanan. Lalu jam 12 malam kami dibebaskan.

21.  Nama              :  TINGGRIS  TABUNI
            Umur              : 2 TAHUN
Keterangan: Setelah masa aksi tiba di sp 02 mereka polisi menangkap Tinggris bersama Orang tua mamanya sampai masuk Tahanan Polres Mimika Mil 32, Lalu jam 12 malam kami dibebaskan.

22.   Nama              :  LESON TABUNI KETUA KNPB SEKTOR SP 13
            Umur               : 29 TAHUN
Keterangan    : Ketua sector Sp 13, dan Kordinator lapangan aksi damai SP 13,  masih tahan Penjara Polres Mimika Mile 32, saat penangkapan beliau dapat pukul dan diancam  sampai badan hancur diinjak-ijak oleh Polisi Intel.
Saat pemeriksaan diantaranya 24 orang, ketua sector  SP 13 mengaku bahwa saya adalah ketua sector SP 13 dan saya yang dipimpin aksi turun jalan dari SP 13 menuju titik pusat aksi Kantor DPRD Timika, kata saat di pemeriksaan selama 6 jam yaitu mulai dari 10:00Wp-Pukul 15.00 Wp sore. Hingga saat ini masih tahan Polisi. Dengan alasan tentang Perkara tindak Pidana Kejahatan  terhadap ketertian umum (penghasutan)  pasal 160 KUHP.

23.   Nama             : LERIUS DABI
            Umur              : 27 TAHUN
Keterangan    : Belum ada keterangan  kesaksian, karena mereka dibebaskan jam 12 malam langsung pulang kerumah. Namun menurut teman-teman sampaikan bawah nasibnya sama.

24.  Nama              : WENEMUK KOGOYA
            Umur              : 25 TAHUN
Keterangan    : Belum ada keterangan  kesaksian, karena mereka dibebaskan jam 12 malam langsung pulang kerumah. Namun menurut teman-teman sampaikan bawah nasibnya sama.

25.  Nama              : DIANA WENDA
            Umur              : 23 TAHUN
Keterangan    : Belum ada keterangan  kesaksian, karena mereka dibebaskan jam 12 malam langsung pulang kerumah.

C.    KRONOLOGIS AKSI DAMAI  DEPAN KANTOR DPRD TIMIKA
Pada hari rabu 16 juli,  Komite Nasional Papua barat dan Parlemen Rakyat Daerah (KNPB & PRD) Wilayah Bomberay, mengeluarkan seruan aksi damai Nasional terkait dengan Pemerintah Indonesia membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi Rayat Papua, dan membebaskan Tahanan Aktivis KNPB  seluruh Tanah Papua, serta Hapuskan Daftar Pencarian Orang (DPO) Ketua Parlemen Nasional West Papua  Tn. Buctar Tabuni.

Pada Puku 08.40 Wpb, keluar dari kantor KNPB & PRD semua rakyat Papua mulai mempersiapkan diri,  mengukir ukur badan sambil  memakai pakian adat. 

Pada pukul 09.20 Wpb penyampaian atau arahan terkait dengan aksi damai di sampaikan oleh Pdt. Daniel Bagau. 

Pada pukul 9:25, Wpb,  masa aksi dari  SP 5, SP 6, SP 7, SP 12, Yayanti, SP 13, ILIALE, SP 3, SP 2 dihadang oleh TNI/POLRI dengan peralatan lengkap dengan senjata mobil dan  truk, lalu  25  Aktifi KNPB di tangkap dan ada di POLRES Mimika 32.

Berikut Nama- nama yang ditahan adalah: 1. Neles Tabuni, 2. Ismael Wenda 3. Bilim Wenda, 4. Lasarus Kogoya, 5. Yandoa Tabuni, 6. Amerina Tabuni, 7. Efri Tabuni,  8. Merlin Wenda, 9.  Sem Tabuni, 10. Eliana Tabuni, 11. Lepina Wenda, 12. Nius Tabuni, 13. Ev. Mirius Wenda, 14. Kendi Keoway, 15. Sole Tabuni, 16. Linto Kossay, 17.  Stevanus Koga, 18. Alfa Tabuni, 19. Jekson Tabuni, 20. Rani Wenda, 21. Tinggris  Tabuni, 22.            Leson Tabuni Ketua Knpb Sektor Sp 13, 23. Lerius Wenda, 24. Wenemuk Kogoya, 25. Diana Wenda.  

25 orang anggota Knpb yang tergolong dari 4 Anak kecil  dibawah umur, 5 orang Mama Papua, 16 Pria. Polisi menahan diperiksa  kemudian 24 orang dibebaskan satu diantaranya yitu Leson Tabuni masih tahan sampai hari ini.

Pada Pukul, 09.48 Wpb, Berdoa pembukaan oleh Pdt. Daniel Bagau, setelah selesai berdoa mulai keluar dari kantor KNPB & PRD mempersiapkan diri untuk aksi damai, mulai longmarch jalan kaki dari jalan Freeport lama menju titik aksi depan kantor DPRD Timika.
Pada  pukul, 10:15 Wpb,  aksi mulai dan Kordinator Aksi (Korlap) mengambil peran   bagian dalam mengakomodir masa dalam satu komando satu tujuan. Lansung arahakn amsa dengan yel-yel aksi yaitu, 1. Papua “Merdeka” Referendum “Yes” Indonesia “Pulang”

Pada pukul 10:40 Wpb. Polisi, Brimod Intel 350 pasukan dengan senjata lengkap berjaga di depan Pasar   terminal Gorong-gorong, dan masih ada masa yang menunggu  untuk bergabung sebanyak 40 orang dan 15 anak SD.

Pukul 11.27 Wpb, tiba di kantor DPRD Timika,  Perjalanan aksi damai sejak mulai sampai tibah di titik aksi kira-kita 4 jam. Perjalanan longmarch. Rute aksi damai dari Kantor KNPB-PRD kebun siri sampai bendungan lewat Gorong-gorong Koperapoka menuju pasar lama, kemudian lanjut ke Kantor DPR melewati Kantor Bank Papua dan kantor Pos, sampai di Gereja Katolik  Tiga Raja. Masuk ke Kantor DPRD Timika.

Pada pukul 11:30 Wpb, masa kuasai halaman Kantor DPRD Mimika, lansung mulai Orasi-orasi politik dipimpin langsung oleh Kordinator lapangan (korlap), 

Pukul 11: 40 Wpb, masa aksi dipimpin oleh Pdt Daniel Bagau, memimpin untuk pujian dan penyembahan dan berdoa, agar masa aman dan tenang sesuai dengan aksi damai. Lebih kepada Pihak  DPR Pemerintah dan Militer Tni-Polri bisa kendalikan emosi.

Pada pukul 12.50 Wpb, pembacaan Pernyataan Sikap dibacakan oleh ketua Parlemen Rakyat Daerah, Abiut Degei,  pada intinnya adalah  Pemerintah Indonesia Membuka ruang demokrasi untuk rakyat Papua menentukan nasib Sendiri melalui 

‘Referendum”, kemudian lanjut dengan Indonesia membebaskan Tapol-Napol Papua Merdeka, serta Polda Papua menabut dan menghapaus DPO terhadap Ketua Parlemen Nasional (PNWP) Tn. Buctar Tabuni.

Pada pukul 12.00 Wpb. Tanggapan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Timika, sekirar 4  anggota DPRD yang bediri mendengar  tuntutan aksi damai mereka diantaranya adalah 1. Mus Pigai, 2. Gerson Wandikmo, 3. Elminus Moom, 4. Ade Mathulesi. Pada intinya mereka menghargai dan mengakui atas aksi damai tersebut. Tuntutan aksi mereka menerima Tapi mereka akan teruskan ke atasan kata 4 DRP itu.

Mereka berjanji ambil kesepakatan antara  Jutaan massa aksi, DPRD, Polisi, KNPB dan PRD di halaman kantor DPR Mmika. Menyampaikan bawah  ke 25 orang yang ditangkap itu hanya diamankan saja dan akan dipulangkan memintah keterangan katanya,  Agus Karowa selaku Wakapolres  Mimika. Ternyata Lesson tabuni masih tahan di Polres Mimika Mil 32, kemudian 24 orang dibebaskan pada 17 juli 2014 jam 12:00  Wpb malam.

Pada pukul:12:15Wpb,  perwakilan pihak keamanan Tni dan Polri, diwakili oleh Wakapolres Agus Karowa, dia menjelaskan seputar aksi dan dia juga mengakui aksi kali ini masa sangat banyak. 

Lalu depan Anggota DPRD dan Jutaan masa aksi dia berjanji akan dibebaskan 25 anggota Aktivis yang ditahan di Polres 32. Namun sampai saat ini 24 dibebaskan satu  orang masih  tahan.

Pada pukul 12. 30Wpb, masa aksi dibawah komando korlap mengarahkan  untuk pulang dengan damai ke kantor KNPB-PRD. Melewati jalur yang sama. Masa mulai keluar jalan kaki menuju kantor selama hampir 2 jam, masa mulai masuk kantor dengan aman terkontrol oleh Militan KNPB.

Pada pukul 14:30 Wpb, mulai arahan dari ketua PRD wilayah Timika dan ketegasan dari Ketua Militan KNPB, Kemudian akhirnya di tutup dengan doa.

Pada pukul 15:00Wpb masa mulai waita dan base depan kantor sambil menunggu makan, masa aksi lain pulang kerumah masing-masing.


FOTO-FOTO, KEKERASAAN TENTARA, BRIMOB-POLISI DAN INTEL SAAT PENANGKAPAN  25 ORANG ANGGOTA KNPB WILAYAH TIMIKA PADA 17 JULI 201.




 



FOTO-FOTO , KETERANGAN KESAKSIAN  25 ORANG ANGGOTA KNPB WILAYAH TIMIKA.



 
   
 
 

 

 
 






 
  

 


 
 

 



 


Empat Anak kecil yang ditangkap Tentara dan Polisi Indonesia, foto saat mereka empat duduk  Makan bersama

FOTO-FOTO AKSI DAMAI TIMIKA

 





Sumber: knpbnews.com/umaginews.com


Followers